Logo Bloomberg Technoz

Serangan tersebut juga menyebabkan satu anggota TNI mengalami luka berat dan harus menjalani pengobatan intensif di RS St George, Beirut yaitu Praka Rico Pramudia. Sedangkan dua anggota lainnya mengalami luka-luka ringan dan mendapatkan perawatan UNIFIL yaitu Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.

Serangan kedua terjadi saat empat anggota Indonesian Task Force Bravo berada dalam kendaraan yang memimpin konvoi pengawalan Combat Support Service Unit Spanyol di Bani Hayyan, Lebanon Selatan, Senin (30/03/2026). Kendaraan tersebut diduga terkena ranjau darat salah satu kelompok yang berperang.

Ledakan tersebut menyebabkan kendaraan rusak parah dan dua anggota TNI yang berada di dalamnya meninggal dunia yaitu Kapten Zulmi dan Sersan Satu (Sertu) Ihwan. UNIFIL kesulitan melakukan evakuasi karena mendapat serangan di lokasi kejadian.

Dua anggota TNI lainnya turut terkena ledakan dan mengalami kondisi kritis akibat luka berat yang dialami yaitu Kapten Sulthan dan Praka Deni. Keduanya sudah dievakuasi ke RS St George, Beirut untuk pengobatan dan perawatan. 

"Hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL. Sehingga kami tidak dalam posisi untuk menyimpulkan pihak tertentu sebagai pelaku. Insiden terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut," ujar Rico.

"Saat ini seluruh korban telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang berlaku."

Dia mengungkap TNI telah terlibat aktif pada misi perdamaian UNIFIL sejak 2006. Bahkan, TNI tercatat sebagai kontingen militer dengan jumlah pasukan paling banyak yang terlibat dalam misi perdamaian PBB.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak UNIFIL dan otoritas terkait untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh prajurit yang sedang bertugas," kata Rico.

(dov/frg)

No more pages