Logo Bloomberg Technoz

Begitu juga dengan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang menguat 4,76% ke posisi Rp209.800/saham pada perdagangan siang hari ini.

Kenaikan saham DSSA dan saham DCII tersebut turut menahan kejatuhan IHSG yang menjadi ‘Hanya’ melemah 0,38%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham DSSA sejatinya sempat melemah ke level Rp58.800/saham, hingga berhasil rebound ke zona hijau sampai dengan tertingginya Rp66.000/saham sepanjang hari. Berhasil menahan kejatuhan lanjutan IHSG.

Terbatasnya pelemahan IHSG tak lepas dari kenaikan dan reboundnya sejumlah saham big caps. Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Senin (30/3/2026).

  1. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 10,92 poin
  2. DCI Indonesia (DCII) menyumbang 9,5 poin
  3. Astra International (ASII) menyumbang 7,19 poin
  4. Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 5,24 poin
  5. Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 3,16 poin
  6. Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 1,85 poin
  7. United Tractors (UNTR) menyumbang 1,7 poin
  8. Bumi Resources (BUMI) menyumbang 1,56 poin
  9. Alamtri Resources Indonesia (ADRO) menyumbang 1,52 poin
  10. Adaro Andalan Indonesia (AADI) menyumbang 1,4 poin

Namun, rebound IHSG dibatasi oleh amblasnya banyak saham, diantaranya:

  1. Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 23,76 poin
  2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 9,46 poin
  3. Bayan Resources (BYAN) mengurangi 6,8 poin
  4. Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 4,67 poin
  5. Sinar Mas Multiartha (SMMA) mengurangi 4,33 poin

(fad)

No more pages