Logo Bloomberg Technoz

Jalani Operasi Mata Kanan

Andrie Yunus menjalani operasi mata kanannya, usai tim medis menemukan adanya kondisi iskemia atau kekurangan aliran darah kembali pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40%. Kondisi ini menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya. 

Dalam operasi tersebut, Tim Dokter Bedah Mata melakukan pemindahan jaringan dari area dalam mata untuk menutup area terbuka, penempelan membran amnion, serta pemasangan kembali lensa pelindung mata. Operasi ini bertujuan memperbaiki permukaan bola mata dan mendukung proses penyembuhan jaringan.

Tim Dokter Bedah Plastik juga melakukan sejumlah tindakan operasi terutama pembuangan jaringan mati lanjutan atau debridement. Selain itu, mereka juga melakukan cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penyembuhan luka bakar. 

Saat ini, kondisi Andrie Yunus terus dipantau oleh tim medis di RSCM. Dokter melakukan operasi pada mata kanan korban sebagai upaya penyelamatan fungsi penglihatan. Meski operasi berjalan lancar, tim medis menyebutkan bahwa proses pemulihan akan membutuhkan waktu dan perawatan lanjutan.

Prabowo Pertimbangkan Buat Tim Pencari Fakta

Menanggapi situasi yang berkembang, Presiden Prabowo Subianto menyatakan tengah mempertimbangkan pembentukan tim pencari fakta independen.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses investigasi berjalan objektif serta mengungkap fakta secara menyeluruh kepada publik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah sangat prihatin atas penyiraman air keras yang terjadi pada Andrie Yunus. Katanya, negara berkomitmen untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut. 

”Sebagaimana sudah disampaikan Bapak Kapolri, pemerintah akan mengusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya,” kata Prasetyo.

Kepala BAIS TNI Mundur

Di tengah tekanan publik yang semakin besar, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengumumkan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Letjen Yudi Abrimantyo mengundurkan diri dari jabatannya. Kepala Staf Umum atau KASUM TNI Letjen Richard Taruli Tampubolon dikabarkan menjadi pejabat sementara (pjs) Kabais TNI.

Aulia mengklaim, keputusan ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral atas keterlibatan oknum dalam institusi tersebut, sekaligus membuka jalan bagi proses investigasi yang lebih transparan. Namun, hingga kini belum ada informasi lebih detail tentang pemeriksaan terhadap empat anggota BAIS TNI yang diduga menjadi eksekutor penyerangan Andrie Yunus.

Puspom TNI tercatat telah menahan empat anggota BAIS dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara yaitu Kapten NDP, Letnan Satu SL, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES.

Terus Tuai Kritik

Kelompok masyarakat sipil nampaknya belum puas terhadap janji presiden membentuk tim pencari fakta independen dan mundurnya Kabais TNI. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) justru menilai mundurnya Kabais jangan justru menghentikan penelusuran permintaan tanggung jawab dalam serangan terhadap Andrie Yunus.

Mereka menilai ada sejumlah pejabat lain yang juga harus bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Mereka mengklaim serangan terhadap Andrie Yunus adalah sebuah operasi karena melibatkan belasan orang dari militer dan sipil.

(mef/frg)

No more pages