Logo Bloomberg Technoz

Kepala Divisi Bisnis Bulion Pegadaian, Kadek Eva Suputra, menyebut bahwa tren ini mencerminkan perubahan positif dalam kebiasaan finansial masyarakat.

"Fenomena tahun ini menunjukkan pergeseran habit yang positif. Masyarakat tidak lagi sekedar menghabiskan THR untuk kebutuhan musiman, tetapi justru menambah kepemilikan emas sebagai strategi investasi jangka panjang," ujar Kadek Eva Suputra.

Pegadaian menghadirkan berbagai produk berbasis emas untuk menjawab kebutuhan tersebut. Salah satu yang paling diminati adalah Tabungan Emas yang memungkinkan masyarakat berinvestasi dengan nominal terjangkau.

Dengan setoran mulai dari Rp10.000, produk ini dinilai memberikan akses luas bagi berbagai lapisan masyarakat. Kemudahan tersebut semakin diperkuat dengan dukungan layanan digital yang terintegrasi.

Digitalisasi Dorong Akses dan Likuiditas Emas

Transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan transaksi emas di Pegadaian. Melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, masyarakat dapat melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja.

Kemudahan ini menjadi relevan terutama pada periode Ramadan dan Lebaran, ketika mobilitas masyarakat meningkat. Akses digital memungkinkan nasabah tetap dapat berinvestasi di tengah kesibukan.

“Pergeseran perilaku nasabah yang menginginkan fleksibilitas tinggi ini juga tercermin dari masifnya penggunaan aplikasi Tring! by Pegadaian. Melalui Tring!, masyarakat dapat bertransaksi emas kapan pun dan di mana pun, bahkan di sela-sela kesibukan persiapan mudik dan Lebaran,” tambah Kadek.

Selain peningkatan pembelian, Pegadaian juga mencatat tingginya pemanfaatan produk gadai berbasis emas. Nasabah memilih untuk tidak menjual emas yang dimiliki meskipun membutuhkan dana tambahan.

Sebagai alternatif, mereka memanfaatkan produk gadai untuk memperoleh likuiditas tanpa harus kehilangan kepemilikan aset. Hal ini menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat dalam mengelola aset secara strategis.

Program Gadai Bebas Bunga menjadi salah satu pendorong utama. Program ini menawarkan pinjaman dengan biaya sewa modal nol persen hingga akhir April 2026.

Dengan skema tersebut, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dana jangka pendek tanpa mengorbankan investasi jangka panjang. Pendekatan ini dinilai memberikan keseimbangan antara likuiditas dan kepemilikan aset.

Sejumlah faktor turut mempengaruhi tren positif investasi emas pada periode Lebaran tahun ini. Salah satunya adalah harga emas yang relatif kuat sehingga mendorong minat beli masyarakat.

Selain itu, peningkatan literasi keuangan juga berperan dalam mendorong perubahan perilaku. Masyarakat kini lebih memahami pentingnya menyisihkan dana untuk investasi, termasuk dari THR yang diterima.

Kemudahan akses melalui platform digital juga menjadi faktor kunci. Proses investasi yang semakin sederhana membuat emas menjadi pilihan yang semakin relevan bagi masyarakat modern.

Pegadaian optimistis tren ini akan terus berlanjut pasca-Lebaran. Budaya investasi emas diperkirakan akan menjadi salah satu pilar dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Sebagai perusahaan dengan sejarah panjang sejak 1901, Pegadaian terus bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif. Perusahaan kini tidak hanya fokus pada layanan gadai, tetapi juga menghadirkan berbagai solusi finansial berbasis emas.

Sejak bergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM, Pegadaian semakin memperkuat perannya dalam mendukung UMKM dan inklusi keuangan. Kolaborasi ini membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan.

Pegadaian juga telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk menjalankan kegiatan usaha bulion. Hal ini semakin mempertegas posisinya sebagai pelopor layanan bank emas di Indonesia.

Beragam produk seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, hingga Arisan Emas menjadi pilihan bagi masyarakat. Seluruh layanan tersebut dapat diakses melalui outlet, agen, maupun aplikasi digital.

Dengan kombinasi inovasi produk dan transformasi digital, Pegadaian terus mendorong masyarakat untuk mengadopsi kebiasaan finansial yang lebih sehat. Investasi emas pun semakin menjadi pilihan utama dalam merencanakan masa depan keuangan.

(tim)

No more pages