Sinar Mas Perluas Akses Alquran Lewat Program Wakaf

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bulan Ramadan menjadi momentum bagi banyak pihak untuk memperbanyak kegiatan sosial dan keagamaan. Bagi kelompok usaha Sinar Mas, tradisi tersebut diwujudkan melalui program wakaf mushaf Alquran yang telah berlangsung secara konsisten selama bertahun-tahun. Program ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap kitab suci umat Islam sekaligus mendorong peningkatan literasi keagamaan.
Melalui Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM), perusahaan menyalurkan mushaf Alquran kepada berbagai kalangan masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan hingga sarana ibadah. Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa kebutuhan mushaf Alquran di Indonesia masih sangat tinggi dan belum sepenuhnya terpenuhi.
Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas, Saleh Husin, menegaskan bahwa kegiatan wakaf mushaf Alquran merupakan bagian dari komitmen jangka panjang yayasan dalam memperkuat pemahaman dan kecintaan umat terhadap kitab suci.
Seperti disampaikan saat bertemu dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026, program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan mushaf, tetapi juga mendukung aktivitas ibadah masyarakat, terutama selama Ramadan.
“Wakaf kami harapkan dapat memperluas akses umat terhadap Alquran, termasuk mendukung aktivitas umat bertadarus di bulan Ramadan. Namun kami juga mengajak agar dalam memaknai isi yang terkandung di dalamnya, kita merujuk pula tafsir para ulama yang kompeten,” kata Saleh Husin selepas berwakaf di sana.
Program wakaf tersebut juga didukung oleh APP Group yang menjadi bagian dari ekosistem bisnis Sinar Mas. Melalui dukungan ini, kegiatan wakaf tidak hanya menjadi aktivitas sosial, tetapi juga bagian dari upaya mendorong umat Islam untuk semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi Luas untuk Perluasan Akses Mushaf
Dalam pelaksanaannya, program wakaf mushaf Alquran melibatkan berbagai pihak dari beragam sektor. Yayasan Muslim Sinar Mas menjalin kolaborasi dengan organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, kementerian, serta institusi negara.
Selain itu, kerja sama juga melibatkan unsur TNI dan Polri, media massa, serta tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan literasi keagamaan di Indonesia. Kolaborasi ini memungkinkan distribusi mushaf menjangkau wilayah yang lebih luas di seluruh Nusantara.
Pada Ramadan tahun ini, sejumlah kegiatan wakaf dilakukan bersama berbagai lembaga, di antaranya Pesantren Al-Nadlah Depok, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), serta Kementerian Luar Negeri.
Kegiatan serupa juga melibatkan Komando Armada Republik Indonesia TNI Angkatan Laut dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat. Selain itu, Dewan Masjid Indonesia turut menjadi mitra dalam distribusi mushaf kepada masyarakat.
Tak hanya melalui lembaga, wakaf mushaf juga diberikan kepada sejumlah tokoh nasional. Di antaranya kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Qatar periode 2015–2020, M. Basri Sidehabi, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Venezuela periode 2016–2020, Mochammad Luthfie Witto’eng.
Dukungan juga datang dari berbagai media massa nasional yang ikut membantu menyebarluaskan informasi mengenai program wakaf ini kepada masyarakat luas.
Salah satu hal yang menjadi ciri khas program wakaf Sinar Mas adalah penggunaan kertas khusus yang diproduksi oleh perusahaan dalam grup tersebut. Seluruh mushaf yang diwakafkan dicetak menggunakan kertas premium Sinar Tech yang lebih dikenal sebagai Quran Paper (QPP).
Kertas tersebut merupakan produk dari PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill. Penggunaan bahan baku ini menjadi bentuk sinergi antara kegiatan sosial dengan kemampuan industri dalam negeri.
Ketua Harian YMSM, Irsyal Yasman, menyampaikan bahwa penggunaan produk sendiri dalam kegiatan wakaf menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihaknya.
“Sebagai wakil sektor industri, kami bersyukur dapat melakukan inisiatif sosial keagamaan dengan menggunakan produk buatan kami sendiri,” kata Ketua Harian YMSM, Irsyal Yasman atas penggunaan QPP guna mencetak seluruh mushaf yang diwakafkan.
Ia juga menilai bahwa keberadaan mushaf Alquran dalam bentuk cetak masih memiliki peran penting, terutama di lembaga pendidikan dan tempat ibadah.
Menurutnya, meskipun teknologi digital berkembang pesat, mushaf cetak tetap menjadi sarana utama dalam proses belajar mengaji dan kegiatan keagamaan lainnya.
Program wakaf yang digagas Yayasan Muslim Sinar Mas telah berjalan sejak 2008. Selama lebih dari satu dekade, distribusi mushaf terus dilakukan secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia.
Hingga kini, jumlah mushaf yang telah disalurkan mencapai lebih dari 1,4 juta eksemplar. Penyalurannya tidak hanya menyasar kota-kota besar, tetapi juga wilayah terpencil, termasuk pulau-pulau terluar dan terdepan Indonesia.
Kegiatan ini dinilai penting mengingat kebutuhan mushaf Alquran di Indonesia masih sangat besar. Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa kebutuhan Alquran umat Islam di Tanah Air mencapai sekitar dua juta mushaf setiap tahun.
Sementara itu, kemampuan percetakan nasional untuk memenuhi kebutuhan tersebut baru sekitar 400 ribu mushaf per tahun. Kesenjangan ini menyebabkan banyak tempat ibadah dan lembaga pendidikan masih menggunakan Alquran yang kondisinya sudah rusak atau tidak layak pakai.
Keterbatasan akses terhadap mushaf Alquran juga berdampak pada tingkat literasi keagamaan masyarakat. Berdasarkan sejumlah data, lebih dari 72 persen umat Islam di Indonesia belum mampu membaca Alquran dengan baik.
Melalui program wakaf ini, Yayasan Muslim Sinar Mas berharap dapat membantu menjembatani kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan di berbagai daerah.
Ketua YMSM, Yan Partawidjaja, mengatakan bahwa akses terhadap mushaf yang layak sangat penting bagi para pelajar dan santri dalam mempelajari Alquran.
“Dengan adanya wakaf, para santri dan pelajar memiliki akses terhadap mushaf yang lebih layak, sehingga proses membaca, mempelajari kemudian mengamalkan makna di dalamnya dapat berlangsung dengan lebih baik,” Ketua YMSM, Yan Partawidjaja.
Ke depan, Yayasan Muslim Sinar Mas berharap program wakaf mushaf Alquran dapat terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak. Selain memenuhi kebutuhan mushaf, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat kerja sama antar lembaga serta memperkuat semangat berbagi di tengah masyarakat.
Keberadaan YMSM sendiri dibentuk sebagai wadah praktik keislaman di lingkungan Sinar Mas yang terbuka, toleran, setara, dan penuh kasih. Selain itu, yayasan ini juga aktif menjalin silaturahmi serta kerja sama dengan individu maupun lembaga yang memiliki visi serupa dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

































