Selain itu, Jasa Marga juga memperkuat layanan di sejumlah ruas tol utama. Seperti mengoptimalkan operasional gardu tol, menyiagakan armada layanan jalan tol, melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional, serta memastikan kesiapsiagaan petugas di lapangan selama 24 jam.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus balik mudik Lebaran 2026 jatuh pada 24 Maret dengan perkiraan volume kendaraan mencapai 285 ribu kendaraan.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengimbau agar pemudik menghindari puncak arus balik yang jatuh pada tanggal 24, 28 dan 29 Maret 2026 mendatang.
Menurutnya, jumlah ini akan jauh lebih besar ketimbang puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 sebesar 270.315 kendaraan.
Pemudik dengan kendaraan sumbu tiga atau lebih diimbau untuk mematuhi ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Kakorlantas Polri dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Tanggal 5 Februari 2026.
Aturan ini memuat tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447H terkait pembatasan operasional kendaraan barang, termasuk tidak melintas pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu pada periode 13-29 Maret 2026.
(ell)





























