Logo Bloomberg Technoz

Seiring waktu, desain yang awalnya hanya digunakan sebagai merchandise berkembang menjadi identitas produk. Salah satu produk unggulan yang diminati adalah foldable bag dengan desain kuliner Nusantara.

Produk tersebut menggunakan bahan berkualitas yang memungkinkan untuk dicuci tanpa luntur. Hal ini menjadi nilai tambah yang membuat produk tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional dan tahan lama.

Pendekatan desain yang diusung Yummy Craft juga mengandung nilai edukasi budaya. Produk yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan ragam kuliner Indonesia kepada masyarakat luas.

“Desain yang unik tidak hanya sebagai fashion, tetapi juga sarat edukasi budaya Indonesia,” jelasnya.

Selain mengembangkan desain berbasis kuliner, Yummy Craft juga menghadirkan inovasi produk berbasis keberlanjutan. Salah satunya dengan memanfaatkan daun gebang sebagai bahan baku produk turunan bernilai tinggi.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka peluang untuk menjangkau pasar ekspor. Inovasi tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.

LinkUMKM Perluas Akses dan Kapasitas Usaha

Dalam pemasaran, Yummy Craft memanfaatkan berbagai kanal offline seperti toko di pusat perbelanjaan, pusat oleh-oleh, serta galeri produk kreatif. Strategi ini membantu menjangkau konsumen dari berbagai daerah.

Pasar Yummy Craft terus berkembang dengan jangkauan pembeli dari Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Bandung. Bahkan, produk tersebut telah menembus pasar internasional, termasuk Jepang.

Meski demikian, perjalanan usaha tidak lepas dari tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah membangun kepercayaan diri untuk terus memperluas jangkauan pasar global.

“Tantangannya adalah rasa percaya diri. Harapan saya bisa terus berkarya dan menjangkau pasar internasional yang lebih luas lagi,” ungkapnya.

Dalam upaya mengembangkan usaha, Sri aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program pendampingan. Salah satunya melalui platform LinkUMKM BRI yang dikenalnya melalui Rumah BUMN BRI Jakarta.

Melalui platform tersebut, ia mendapatkan akses pembelajaran sekaligus memperluas jejaring dengan pelaku usaha lainnya. Hal ini turut membantu meningkatkan visibilitas produk di pasar.

BRI melalui LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Platform ini dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha secara berkelanjutan.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM. Platform ini menyediakan berbagai fitur yang mendukung pengembangan usaha dari berbagai aspek.

Enam fitur utama yang tersedia meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB. Selain itu, terdapat lebih dari 750 modul pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa UMKM yang mengangkat kekayaan budaya lokal memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas.

“Produk UMKM yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal sekaligus menghadirkan inovasi memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas. Melalui penguatan kapasitas usaha dan inovasi yang berkelanjutan, pengusaha UMKM dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar. Melalui LinkUMKM, BRI terus mendampingi UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional,” pungkas Akhmad.

Kisah Yummy Craft menunjukkan bahwa inovasi berbasis budaya dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi persaingan pasar. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, UMKM memiliki peluang besar untuk berkembang hingga menembus pasar global.

(tim)

No more pages