Kesuksesan peluncuran gim Switch 2, Pokémon Pokopia, yang sempat mendorong saham Nintendo naik bulan ini, belum cukup membuat manajemen mempercepat kembali produksi perangkat tersebut. Perusahaan masih menunggu apakah gim tersebut dan judul baru lainnya memiliki daya tahan untuk mendukung peningkatan produksi.
Pemangkasan output ini diperkirakan tidak akan mengganggu kemampuan Nintendo untuk mencapai estimasi rata-rata analis sebesar sekitar 20 juta unit Switch 2 yang terjual dalam tahun fiskal hingga bulan ini.
Switch 2 juga menghadapi tekanan biaya, termasuk kenaikan harga chip memori yang berdampak pada produsen elektronik global. Meski biaya semikonduktor yang lebih tinggi sempat mendorong pertimbangan kenaikan harga, hal tersebut bukan alasan pengurangan produksi. Langkah ini murni dipicu oleh melemahnya permintaan konsumen.
Nintendo belum memberikan komentar resmi.
Momentum yang lebih lemah dari perkiraan dapat mendorong Nintendo mengambil langkah untuk meningkatkan permintaan, seperti menghadirkan variasi perangkat baru. Tahun kedua sebuah konsol di pasar dinilai krusial untuk menentukan keberhasilan jangka panjang, karena basis pengguna yang tumbuh akan menarik pengembang dan menciptakan siklus positif.
Dengan penjualan mencapai 17,37 juta unit sejak peluncuran 5 Juni tahun lalu, Switch 2 menjadi debut perangkat keras paling sukses dalam sejarah Nintendo yang berbasis di Kyoto. Namun, keraguan masih muncul terkait kemampuan perusahaan menghadirkan gim yang mampu menjaga minat konsumen, di tengah persaingan yang semakin ketat, termasuk dari Sony.
Nintendo sendiri telah mengakui adanya permintaan yang lebih lemah. Presiden Shuntaro Furukawa menyatakan pada 3 Februari bahwa penjualan di luar negeri “sedikit lebih lemah dari perkiraan.” Jepang justru mencatatkan kinerja lebih baik, didukung varian domestik dengan harga ¥49.980 atau sekitar US$324.
Salah satu hambatan pada musim liburan adalah peluncuran Metroid Prime 4: Beyond pada Desember, yang mencatatkan penjualan kurang dari satu juta kopi dalam bulan tersebut—angka yang relatif lemah untuk gim besar Nintendo.
Saham Nintendo sempat turun 40% dalam enam bulan hingga pertengahan Februari, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kinerja gim dan prospek jangka panjang Switch 2. Namun bulan ini, saham mulai pulih setelah Pokémon Pokopia terjual lebih dari dua juta unit hanya dalam empat hari.
Nintendo biasanya memulai tahun fiskal dengan proyeksi penjualan perangkat keras yang konservatif, lalu merevisinya naik seiring peningkatan momentum. Untuk tahun fiskal hingga Maret ini, target awal 15 juta unit telah dinaikkan menjadi 19 juta unit pada November. Namun, perusahaan tidak kembali menaikkan proyeksi tersebut saat laporan kuartal ketiga pada Februari, mengindikasikan performa yang mungkin di bawah ekspektasi selama musim liburan.
Meski rencana produksi yang direvisi masih memungkinkan pencapaian target analis, keputusan memangkas output menunjukkan bahwa sebelumnya Nintendo mengantisipasi permintaan yang lebih kuat dibandingkan realisasi saat ini.
Perusahaan kini tengah menganalisis perlambatan tersebut, namun tetap percaya diri terhadap prospek jangka panjang Switch 2. Salah satu perdebatan internal adalah apakah ketersediaan stok yang melimpah setelah peluncuran justru menarik permintaan lebih awal dari periode berikutnya.
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah berpotensi menambah hambatan logistik dan biaya bagi eksportir seperti Nintendo. Kondisi ini bahkan dapat mendorong perusahaan kembali meningkatkan produksi. Nintendo juga berencana meluncurkan varian baru dengan baterai yang dapat diganti di Eropa pada tahun fiskal berikutnya, sehingga membutuhkan ketersediaan stok yang memadai.
(bbn)




























