Insiden ini menyoroti risiko terhadap salah satu rute ekspor utama Rusia. Primorsk merupakan salah satu pelabuhan ekspor solar utama Rusia, dengan volume muatan hampir 550.000 barel per hari pada Januari, menurut data yang dihimpun Bloomberg.
Pelabuhan tersebut, yang juga memuat minyak mentah untuk ekspor, sebelumnya pernah menjadi sasaran Ukraina, termasuk serangan tahun lalu yang sempat mengganggu proses pemuatan. Ukraina belum memberikan komentar terkait insiden ini.
Serangan ini terjadi di tengah gelombang serangan drone semalam antara kedua negara. Rusia menyerang Ukraina dengan 215 drone semalam, termasuk 150 Shahed, kata komando angkatan udara Rusia di Telegram.
Meski sebagian besar drone ditembak jatuh, beberapa berhasil menembus pertahanan udara, merusak infrastruktur di Kryvyi Rih, kawasan permukiman di Kropyvnytskyi, dan fasilitas pelabuhan di Odesa. Beberapa orang dilaporkan luka-luka, menurut otoritas setempat.
Secara terpisah, militer Ukraina mengatakan telah menyerang kilang minyak Saratov milik Rosneft PJSC di Rusia barat daya pada Sabtu. Pihak berwenang di wilayah Bashkortostan, Rusia, mengatakan bahwa drone berhasil ditangkis semalam di dekat kilang minyak utama Rosneft yang telah beberapa kali diserang tahun lalu.
Serangan yang semakin intensif terhadap infrastruktur energi semakin memengaruhi pasar minyak global. Seiring dengan serangan drone dan rudal Rusia yang hampir setiap hari, Kyiv membalas dengan serangan terhadap pelabuhan Rusia, infrastruktur energi, kilang, dan aset industri lainnya, guna menghalangi Kremlin mendapatkan dana untuk perang.
Serangan terbaru ini terjadi saat konflik di Timur Tengah telah memicu lonjakan harga minyak, di mana AS melonggarkan sanksi terhadap minyak mentah Rusia dan Iran untuk mencoba membatasi kenaikan harga.
(bbn)






























