Logo Bloomberg Technoz

Tantangan besar bagi investor saat ini—selain kelelahan pasar dan volatilitas ekstrem—adalah ketidakkonsistenan pesan dari Trump. Sesaat sebelum mengeluarkan ultimatum 48 jam pada Sabtu malam, Trump sempat menyatakan sedang mempertimbangkan untuk "menyelesaikan" upaya militer AS terhadap Iran.

Setelah berminggu-minggu perang melanda kawasan kaya energi yang berdampak pada belasan negara, penutupan hampir total Selat Hormuz telah menjadi titik didih utama. Jalur yang menghubungkan Teluk Persia ke pasar global ini praktis terhenti. Pejabat Iran kian enggan membahas pembukaan kembali jalur tersebut karena fokus pada pertahanan negara.

"Dengan tenggat waktu 48 jam ini, Trump seolah menyudutkan dirinya sendiri," kata Rory Johnston, peneliti pasar minyak dan pendiri Commodity Context Corp. "Sangat kecil kemungkinan Teheran akan menyetujui syarat Trump dalam waktu sesingkat itu di bawah ancaman serangan. Iran jelas mampu dan bersedia menandingi setiap eskalasi."

Lumpuhnya lalu lintas maritim di Hormuz memaksa produsen minyak Teluk Persia menahan jutaan barel pasokan harian atau beralih ke rute ekspor alternatif yang sangat terbatas. Badan Energi Internasional (IEA) telah memperingatkan bahwa pasar minyak global sedang menghadapi guncangan terbesar sepanjang sejarah, meskipun cadangan darurat dari negara-negara anggota telah dilepaskan.

Dalam upaya terbaru untuk mengendalikan harga energi, AS mengizinkan penjualan minyak dan petrokimia Iran yang sudah terlanjur dimuat ke kapal tanker. Departemen Keuangan AS mengeluarkan lisensi umum yang mengizinkan kargo energi pada kapal per Jumat kemarin untuk dijual hingga 19 April. Langkah ini mirip dengan kebijakan sebelumnya yang melonggarkan pembatasan pada minyak Rusia yang sudah berada di laut.

Sementara itu, AS dan Israel terus menyerang situs-situs di Iran termasuk Teheran pada hari Minggu. Sebaliknya, Republik Islam Iran membalas dengan menembakkan rudal dan drone ke arah Israel dan negara-negara Teluk Arab.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa serangan ke Iran bertujuan untuk menghancurkan benteng pertahanan di sepanjang selat. Kepada NBC, ia menegaskan bahwa Trump akan mengambil langkah apa pun untuk menghancurkan angkatan udara dan angkatan laut Iran serta memutus kemampuan mereka memiliki senjata nuklir.

Harga:

  • Minyak Brent untuk pengiriman Mei turun 0,8% menjadi US$111,28 per barel pada pukul 06.42 di Singapura.
  • WTI untuk pengiriman Mei turun 0,5% menjadi US$97,74 per barel.

(bbn)

No more pages