Memasuki minggu keempat perang, dampak kenaikan harga minyak mentah mulai merambat ke seluruh sektor ekonomi. Menurut data American Automobile Association (AAA), rata-rata harga bensin reguler di AS telah melonjak 34% dibandingkan bulan lalu. CEO United Airlines Holdings Inc, Scott Kirby, pekan lalu bahkan memperingatkan kemungkinan harga minyak mencapai US$175 per barel, yang akan mendongkrak biaya bahan bakar pesawat secara drastis.
Meski demikian, Trump dan para pembantu seniornya berpendapat bahwa lonjakan harga sementara ini adalah harga yang pantas untuk melenyapkan ancaman jangka panjang dari Iran.
"Katakanlah kita menghadapi harga tinggi selama 50 hari ke depan," ujar Bessent kepada NBC. "Namun, harga akan turun setelah itu, dan kita akan mendapatkan 50 tahun kedamaian tanpa rezim Iran yang memiliki senjata nuklir."
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kapan tepatnya harga minyak akan mulai mereda, Bessent memberikan catatan. "Saya tidak tahu apakah itu akan memakan waktu 50 hari atau 100 hari."
(bbn)
























