Logo Bloomberg Technoz

Dalam waktu bersamaan, daya beli masyarakat dinilai belum sepenuhnya pulih. Djoni menilai pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan serta ketidakpastian global, termasuk dampak konflik geopolitik seperti ketegangan di Timur Tengah, turut memengaruhi stabilitas pasar.

“Kombinasi faktor tersebut membuat harga sapi hidup dan volume impor akan menyesuaikan. Artinya, ada tekanan kenaikan harga yang sulit dihindari,” katanya.

Mengutip situs resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategi Nasional (PIHPS) pada Jumat (20/3/2026), mayoritas harga pangan di pasar tradisional mengalami kenaikan.

Harga daging sapi kualitas 1 naik 15,51% secara harian menjadi Rp168.650 per kilogram; dan daging sapi kualitas 2 naik 16,99% secara harian menjadi Rp161.150 per kilogram. 

Djoni memperkirakan tren kenaikan harga masih akan berlanjut setidaknya pada paruh pertama tahun ini. Menurut dia, proyeksi itu sejalan dengan reli harga daging impor dari negara eksportir yang menjadi acuan pasar domestik.

“Untuk kuartal I dan II, prediksi saya masih sama karena harga daging impor dari negara eksportir juga naik,” ujarnya.

Secara struktural, pasar daging sapi Indonesia memang masih bergantung pada impor, baik dalam bentuk sapi hidup maupun daging beku.

Ketergantungan ini membuat harga domestik sangat sensitif terhadap fluktuasi global, termasuk harga di negara asal dan pergerakan nilai tukar.

Di sisi lain, momentum Lebaran belakangan ikut mengerek konsumsi daging sapi di pasar domestik.

(fik/naw)

No more pages