Israel Gempur Teheran dan Beirut, Trump Kecam Sekutu NATO
Redaksi
21 March 2026 14:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Militer Israel melancarkan serangan udara ke Iran dan Beirut pada Sabtu (21/3), di saat Amerika Serikat (AS) mengirim ribuan personel Marinir tambahan ke Timur Tengah. Di tengah ketegangan ini, Donald Trump melontarkan kecaman keras kepada sekutu NATO, menuduh mereka "penakut" karena enggan membantu pembukaan Selat Hormuz.
Pada Sabtu, militer Israel menyatakan tengah menggempur basis Hizbullah di ibu kota Lebanon. Serangan udara ini merupakan eskalasi mematikan sebagai dampak perang melawan Iran, setelah Hizbullah mulai menembaki Israel demi membela Teheran sejak 2 Maret. Selain di Lebanon, Reuters melaporkan bahwa pihak militer Israel mengonfirmasi serangan baru ke jantung wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Serangan terhadap infrastruktur energi vital di Iran dan negara-negara tetangga di Teluk telah memicu lonjakan harga minyak hingga 50% sejak perang pecah. Kondisi ini mengancam terjadinya guncangan ekonomi global. Di AS, maskapai United Airlines mengumumkan pemotongan jadwal penerbangan sebesar 5% pada kuartal kedua dan ketiga sebagai langkah antisipasi terhadap tingginya harga bahan bakar dalam jangka panjang.
Selat Hormuz, jalur nadi bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, praktis tertutup bagi sebagian besar pelayaran sejak dimulainya agresi terhadap Iran. Trump pada Jumat kemarin menyebut para sekutu AS sebagai "penakut" karena menolak membantu pembukaan kembali selat tersebut selama pertempuran masih berlangsung.
Sejumlah negara sekutu, yang mengaku tidak diajak berkonsultasi sebelum perang dimulai, berkomitmen untuk bergabung dalam "upaya yang tepat" guna memastikan jalur pelayaran aman. Namun, Kanselir Jerman Friedrich Merz dan pemerintah Prancis menegaskan bahwa pertempuran harus dihentikan terlebih dahulu. Kanselir Merz dijadwalkan akan berbicara langsung dengan Trump akhir pekan ini.




























