Logo Bloomberg Technoz

“Kita antisipasi mungkin subsidi berapa, kondisi APBN seperti apa. Itu yang harus diantisipasi,” ujarnya.

Selain itu, Purbaya juga menyinggung ruang fiskal pemerintah yang masih tersedia meski terbatas untuk mengantisipasi dinamika belanja negara.

Saat ini, defisit APBN didesain sebesar 2,68% terhadap produk domestik bruto (PDB), masih di bawah batas maksimal 3%.

“Kita masih punya ruang sedikit ke atas sebelum ke 3%. Jadi masih ada ruang ke atas sedikit, nol koma sekian persen,” kata dia.

Dalam konteks efisiensi anggaran yang sebelumnya dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Purbaya membuka kemungkinan topik tersebut kembali diangkat dalam rapat dengan Prabowo.

Dia berpendapat rencana efisiensi itu mesti diarahkan secara lebih tegas.

“Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikin semua malah,” ujarnya.

“Kalau bisa saya putuskan saya potong berapa, nanti mereka yang sesuaikan.”

Namun demikian, dia belum merinci besaran pemotongan anggaran yang akan dilakukan. 

Purbaya juga menilai wacana pemotongan gaji menteri dan wakil menteri sebagai langkah yang positif dalam kerangka efisiensi. “Setuju itu kan bagus, gajinya udah kegedean,” ujarnya.

Adapun komponen belanja yang berpotensi dipangkas, menurut dia, mencakup kegiatan yang dinilai tidak mendesak atau berdampak minim terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti rapat-rapat yang tidak prioritas.

“Rapat nggak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, itu kan bisa dipilih,” katanya.

(fik/naw)

No more pages