Logo Bloomberg Technoz

Di panggung politik, Presiden AS Donald Trump menghentikan upayanya merekrut mitra perang dan justru mengecam para sekutu yang secara terbuka menolak bantuannya. Meski begitu, Trump terus mengeklaim bahwa konflik akan segera berakhir. Namun, penutupan Selat Hormuz telah mengacaukan pasar energi dunia.

Ketegangan di lapangan pun meningkat tajam. Israel menyatakan telah menewaskan kepala keamanan Iran, Ali Larijani. Langkah ini menyusul aksi Teheran yang membakar ladang gas alam raksasa di Uni Emirat Arab (UEA) semalam. Sebagai balasan, Trump mengancam akan memperluas serangan ke Pulau Kharg, pusat ekspor utama Iran.

Selain itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa Rusia mulai berbagi citra satelit dan teknologi drone dengan Iran untuk membantu pertahanan negara tersebut.

Grafik harga minyak WTI. (Sumber: Bloomberg)

"Investor harus bersiap menghadapi volatilitas yang berlanjut hingga situasi energi stabil," kata ahli strategi veteran, Louis Navellier. Menurutnya, penguatan saham AS meski harga minyak naik mencerminkan ekspektasi laba perusahaan dan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid.

Sementara itu, indeks dolar AS sedikit melemah pada Selasa, dan yen Jepang menguat tipis ke level 159 per dolar pada Rabu pagi—menempatkan mata uang Jepang ini pada jalur penguatan harian ketiga secara berturut-turut.

Sejumlah data ekonomi di Asia dijadwalkan rilis hari ini, termasuk angka pengangguran Hong Kong dan Korea Selatan, data perdagangan Jepang, serta neraca berjalan Selandia Baru. Sebagai catatan, pasar keuangan di Indonesia tutup hari ini karena hari libur nasional.

Fokus pasar global pada Rabu malam akan tertuju pada Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS itu diprediksi luas akan mempertahankan suku bunga, namun perhatian beralih pada bagaimana mereka merespons dampak perang yang mungkin menarik kebijakan mereka ke arah yang berlawanan.

“Aset berisiko seperti saham AS dan kripto menunjukkan ketahanan yang mengejutkan di tengah gejolak,” kata Bret Kenwell dari eToro. “Tergantung apakah The Fed mengambil sikap lebih dovish atau hawkish, hal itu akan menentukan arah jangka pendek hingga akhir kuartal.”

Di pasar komoditas, harga emas terpantau stabil di atas US$5.000 per ons pada Rabu pagi setelah menurun dalam empat sesi sebelumnya. Sementara itu, Bitcoin diperdagangkan di bawah US$75.000, mendekati level tertinggi dalam satu bulan terakhir.

(bbn)

No more pages