Dari sisi kapasitas, KAI menyediakan total 1.076.196 kursi untuk kereta jarak jauh selama periode Angkutan Lebaran. Adapun hingga pertengahan Maret, sebanyak 719.988 tiket telah terjual dengan tingkat okupansi rata-rata mencapai 67%. Dengan demikian masih tersedia setidaknya 354.574 kursi bagi masyarakat.
Sementara itu, untuk puncak penjualan tiket terjadi pada periode 11-20 Maret 2026 atau pada masa mudik awal. Pada rentang tersebut, tercatat 468.795 tiket telah terjual, dengan penjualan harian tertinggi terjadi pada 15 Maret sebanyak 52.008 tiket.
"Pada periode ini, sisa tempat duduk paling rendah, rata-rata per hari kurang dari 1.000 seat. Artinya, tanggal tersebut sudah mendekati fully booked," tulis Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Sedangkan untuk periode keberangkatan setelah 21 Maret hingga 1 April 2026, KAI mengatakan ketersediaan kursi masih tersedia dengan rata-rata sekitar 30 ribu kursi per hari.
Untuk sisi layanan perjalanan harian, KAI mengoperasikan 68 perjalanan kereta reguler jarak jauh per hari, ditambah 19 perjalanan kereta tambahan Lebaran dari Gambir dan Pasar Senen, serta 4 perjalanan kereta motor gratis.
KAI juga menyediakan program diskon tiket sebesar 30% untuk kelas ekonomi komersial pada periode 14-29 Maret 2026 sebagai bagian dari stimulus ekonomi pemerintah. Khusus Daop 1 Jakarta, disiapkan 329 ribu kursi, dengan sisa sekitar 60 ribu kursi yang masih tersedia.
Sejumlah kereta favorit dari Gambir antara lain KA Pandalungan, Argo Semeru, dan Pangandaran. Sementara dari Pasar Senen, kereta dengan permintaan tinggi di antaranya KA Bengawan, Kertajaya, dan Progo.
(lav)
































