Fujairah adalah pusat utama untuk minyak mentah dan bahan bakar, dan telah menjadi makin penting bagi UEA dan pasar global karena posisinya di luar Selat Hormuz, yang hampir sepenuhnya tertutup karena perang.
Pelabuhan ini terletak di ujung jalur pipa yang menghubungkannya ke ladang minyak utama di Abu Dhabi.
Kantor media Fujairah tidak dapat dihubungi segera untuk memberikan komentar. Adnoc, yang memiliki fasilitas pemuatan minyak di pelabuhan tersebut, tidak menanggapi permintaan komentar.
Penangguhan kedua pelabuhan dalam tiga hari ini menyoroti risiko terhadap pasokan regional akibat konflik tersebut, yang telah mendorong harga minyak mentah berjangka di atas US$100/barel.
Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris telah memperingatkan bahwa permusuhan tersebut telah memicu gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap aliran minyak, dan menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz.
(bbn)



























