Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, harga emas sudah turun tiga hari beruntun. Selama tiga hari tersebut, harga terpangkas 3,22%.

Sepanjang perdagangan pekan lalu, harga emas turun 2,65% secara point-to-point.

Perang yang meletus di Timur Tengah kini menjadi beban buat harga emas. Sebab, perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel tersebut telah mendongkrak harga minyak dunia.

Akhir pekan lalu, harga minyak jenis brent ditutup di US$ 103,14/barel. Ini menjadi yang tertinggi sejak Juni 2022 atau hampir empat tahun terakhir.

Saat harga minyak mentah naik, maka tentu pada waktunya akan ikut mengerek harga bahan bakar minyak (BBM). Ketika harga BBM naik, maka inflasi pasti akan terungkit.

Ancaman inflasi tinggi membuat bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve) akan kehabisan ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter. Prospek penurunan suku bunga acuan menjadi makin tipis,

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

(aji)

No more pages