Dalam paparan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) Februari 2026, realisasi belanja K/L yang mencapai Rp155 triliun itu setara 10,3% dari pagu belanja APBN yang sebesar Rp1.510,5 triliun.
Sementara itu, belanja non K/L tumbuh 49,4% atau senilai Rp191 triliun dan setara 11,7% dari pagu APBN sebesar Rp1.639,2 triliun.
Sebagai informasi, belanja negara hingga 28 Februari 2026 telah mencapai Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9% (yoy).
Belanja ini berasal dari belanja pemerintah pusat yakni Rp 346,1 triliun, serta transfer ke daerah Rp 147,7 triliun. Dengan kondisi tersebut, APBN mengalami defisit 0,53% pada Februari 2026.
Sementara, realisasi pendapatan negara hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp358 triliun, sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp 493,8 triliun. Pendapatan ini tumbuh 12,8% secara tahunan (yoy).
Sehingga, realisasi APBN masih mencatatkan defisit sebesar Rp135 triliun atau sebesar 0,53%
(lav)


























