Pekerja Hollywood khawatir studio akan menggunakan AI untuk menghilangkan pekerjaan dan memangkas biaya. Mereka juga khawatir perusahaan teknologi akan mengambil karya mereka dan menggunakannya untuk melatih teknologi AI tanpa memberikan kompensasi.
Affleck membangun InterPositive sebagai alat bagi para pembuat film: seorang sutradara harus terlebih dahulu merekam film sebelum perangkat lunak dapat dilatih menggunakan rekaman tersebut. Setelah itu barulah sistem dapat membantu menghapus objek yang tidak diinginkan atau menyesuaikan latar belakang dalam sebuah adegan. Teknologi ini tidak melatih modelnya menggunakan film tanpa izin atau menghasilkan proyek baru tanpa film dasar.
Hingga upayanya mengakuisisi Warner Bros. Discovery Inc. senilai $72 miliar, Netflix sebagian besar menghindari kesepakatan merger yang mahal dan mengatakan lebih memilih membangun daripada membeli. Pembelian startup — bahkan yang termasuk salah satu kesepakatan AI terbesar di Hollywood — dapat dipandang sebagai bagian dari pendekatan tersebut, yakni langkah Netflix untuk membangun kemampuan AI internalnya sendiri.
“Proses pembuatan film sejak awal memang merupakan rangkaian panjang perkembangan teknologi,” kata Ben Affleckdalam video yang diunggah Netflix. “Kami selalu berupaya membuatnya terasa lebih realistis, lebih jujur, dan InterPositive saya harap menjadi iterasi atau langkah berikutnya dalam sejarah panjang tersebut.”
Affleck memulai InterPositive secara diam-diam dengan dukungan perusahaan investasi RedBird Capital Partners. Setelah mengembangkan teknologi tersebut selama beberapa tahun, ia mulai mencari pendanaan pada 2025. Ia bertemu dengan sejumlah perusahaan modal ventura serta berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan Hollywood tentang penggunaan teknologi itu. Proses tersebut kemudian membuat Netflix melihat teknologi tersebut sebagai alat produksi internal.
(bbn)
































