Logo Bloomberg Technoz

Maskapai Cemas Bahan Bakar Melejit, Tiket Pesawat Bakal Naik?

Sultan Ibnu Affan
12 March 2026 04:00

Calon penumpang melihat papan keberangkatan maskapai di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Calon penumpang melihat papan keberangkatan maskapai di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, perusahaan BUMN pengelola bandara Indonesia menyatakan belum menerima rencana dari maskapai untuk menaikkan harga tiket pesawat.

Industri penerbangan global diketahui menghadapi potensi tekanan biaya akibat kenaikan harga bahan bakar yang dipicu tensi geopolitik di Timur Tengah.

Wakil Direktur Utama InJourney Airports mengatakan seluruh pelaku industri aviasi saat ini tengah memantau perkembangan konflik global dan melakukan langkah mitigasi terhadap potensi dampaknya, termasuk kemungkinan lonjakan biaya operasional maskapai.


"Jadi dinamika yang terjadi hari ini semua manajemen entah itu airport maupun airlines mereka pasti memotret itu, memitigasi. Tapi kalau pertanyaannya apakah sudah ada rencana itu belum ada. Sampai hari ini belum ada.” ujarnya dalam konferensi pers di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (11/3/2026).

Achmad mengakui bahwa ketidakpastian geopolitik global tengah menjadi perhatian operator bandara lantaran operasional kebandarudaraan turut bergantung pada pasokan energi dan bahan bakar. Perusahaan, kata dia, juga telah melakukan pembahasan internal untuk menyiapkan langkah mitigasi apabila kondisi krisis energi semakin memburuk.