“Kami dari sisi airport juga menjadi concern karena airport ini kan ada juga kebutuhan terkait dengan bahan baku bahan solar dan sebagainya," tutur dia.
“Itu juga menjadi concern kami dan sudah ada pembahasan internal bagaimana memitigasi dan menyiapkan sampai dengan kondisi terburuk.”
Dia menegaskan keputusan mengenai penyesuaian tarif tiket sepenuhnya berada di tangan maskapai penerbangan.
Sebelumnya, maskapai di kawasan Asia telah menaikkan harga tiket dan menyusun rencana darurat yang mencakup penghentian operasional pesawat karena konflik Timur Tengah yang meningkat.
Maskapai penerbangan India telah menaikkan harga tiket untuk rute jarak jauh sebesar 15% dan sedang mempertimbangkan kenaikan lebih lanjut, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Sementara di Vietnam, media pemerintah memperingatkan bahwa harga tiket pesawat dapat meningkat hingga 70% mengingat ketergantungan negara tersebut pada bahan bakar jet impor, berdasarkan laporan Bloomberg News.
Head of Indonesia Affairs & Policy, Indonesia AirAsia Eddy Krismeidi mengaku perseroan juga tengah mencermati perkembangan tersebut. Apalagi, biaya bahan bakar mengambil porsi 30%-40% dari total operasional.
"Terkait kemungkinan penyesuaian harga tiket, Indonesia AirAsia akan terus memonitor perkembangan harga energi global serta mempertimbangkan berbagai faktor operasional dan kondisi pasar," ujarnya saat dihubungi, Selasa (10/3/2026).
Eddy mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan yang notabene mengandalkan model bisnis maskapai berbiaya rendah lewat efisiensi operasional. Namun, kata dia, perusahaan terus melakukan berbagai inisiatif untuk efisiensi penggunaan bahan bakar, dengan tetap memanfaatkan armada yang efisien, optimalisasi utilisasi pesawat, serta pengelolaan jaringan rute yang dinamis sesuai dengan permintaan pasar.
"Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi industri, namun Indonesia AirAsia tetap berkomitmen menjaga operasional yang aman dan andal sekaligus menghadirkan tarif yang kompetitif bagi masyarakat," tutur dia.
"Prioritas kami adalah tetap menjaga keterjangkauan tarif bagi masyarakat. Setiap kebijakan yang diambil tentunya akan mengikuti ketentuan dan regulasi dari otoritas terkait."
(ain)




























