Pemerintah Beri Peringatan Penyebaran Campak Saat Lebaran
Dovana Hasiana
11 March 2026 18:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap risiko penyakit menular seperti campak selama periode libur dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal ini terjadi karena pemerintah mengidentifikasi lebih dari 8.000 kasus suspek campak di berbagai wilayah hingga minggu ketujuh 2026. Sementara, pada 2025, pemerintah mengidentifikasi 63.769 kasus suspek pada 2025. Kemudian, lebih dari 11.000 kasus terkonfirmasi.
“Nah ini yang kami ingin kami berusaha keras untuk menjaga agar penyakit menular ini tidak menyebar karena kita juga harus berantisipasi seandainya mobilitas mudik ini masuk ke daerah-daerah kasus yang cukup tinggi,” ujar Pratikno dalam konferensi pers, Rabu (11/03/2026).
Dia menjelaskan faktor risiko penyebaran adalah daerah kasus tinggi di mana virus aktif beredar di masyarakat, mobilitas mudik di mana terdapat perjalanan lintas provinsi tanpa pencegahan, daerah rentan karena cakupan imunisasi rendah dan klaster campak baru pasca-Idulfitri 2026.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, terutama apakah sudah melakukan imunisasi atau belum. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan dan menjaga perilaku sehat.





























