Ia menambahkan, "Pertanyaan sebenarnya adalah apa yang tengah dilakukan Pakistan untuk memastikan situasi tidak mencapai titik di mana mitra-mitra terdekatnya semakin terjerumus dalam konflik yang berpotensi merusak stabilitas dan kemakmuran kawasan."
Sejak konflik dimulai, Arab Saudi telah mengatur dukungan pasokan minyak dan solar bagi Pakistan. Langkah ini sangat krusial bagi Islamabad, mengingat krisis bahan bakar global telah memukul keras negara yang sangat bergantung pada impor tersebut.
Teheran terus melancarkan serangan rudal ke negara-negara Teluk dalam perang yang telah berlangsung selama sepekan melawan AS dan Israel—sebuah konflik seismik yang dampaknya bergema di seluruh dunia. Pada hari Sabtu, Arab Saudi menyatakan telah mencegat drone yang mengarah ke ladang minyak utama mereka. Ini merupakan aset energi terbaru yang menjadi sasaran dalam konflik yang telah memicu lonjakan harga minyak mentah dan gas.
Akhir pekan lalu, Panglima Angkatan Darat Pakistan yang berpengaruh, Field Marshal Asim Munir, mengunjungi Arab Saudi untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan Khalid bin Salman Al Saud. Keduanya membahas langkah-langkah bersama untuk menghentikan serangan drone dan rudal Iran terhadap Kerajaan Saudi. Pertemuan ini dianggap sebagai uji coba pertama bagi pakta pertahanan timbal balik antara kedua negara tersebut.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dilaporkan telah menjalin "komunikasi intens" dengan timpalannya dari Iran, Abbas Araghchi, sejak perang pecah.
"Percakapan tersebut, serta dialog lainnya, merupakan alasan di balik upaya konsiliasi yang mulai ditunjukkan Iran terhadap negara-negara Teluk," pungkas Zaidi.
(bbn)





























