Logo Bloomberg Technoz

Situasi yang sempat panas tersebut memunculkan ekspektasi dunia bakal beralih ke bahan bakar nabati karena harga minyak mentah yang amat tinggi. Kebetulan CPO merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan bahan bakar nabati.

Kedua adalah perkembangan harga minyak nabati lainnya. Siang hari ini, harga minyak kedelai di Bursa Dalian (China) amblas 2,78%. Sedang di Chicago Board of Trade (Amerika Serikat/AS), harga melemah 0,47% point–to–point.

Saat harga minyak kedelai lebih murah, maka keuntungan untuk beralih ke CPO menjadi berkurang. Mengingat kedua komoditas ini bisa saling menggantikan sehingga berjalan beriringan di pasar minyak nabati dunia.

Ketiga adalah perkembangan nilai tukar ringgit. Kemarin, mata uang Negeri Harimau Malaya melemah 0,39% terhadap dolar AS.

CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika ringgit terdepresiasi, maka kontrak CPO menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Keempat adalah aksi ‘profit taking’ di harga atas alias para trader mencairkan keuntungan. Akibatnya, CPO mengalami tekanan jual dan harganya turun.

Harga CPO (Sumber: Bloomberg)

Jadi, harga CPO memang terbilang tinggi hingga sempat menembus level tertingginya mencapai MYR 4.800/ton, dan menjadi yang tertinggi pada harga intraday sepanjang masa CPO. Sepertinya ini membuat investor tergiur merealisasikan profit dan melakukan aksi jual.

Analisis Teknikal Harga CPO

Jadi bagaimana perkiraan harga CPO untuk kedepannya dalam tren jangka pendek? Apakah bisa turun lagi atau malah berbalik arah?

Secara teknikal dengan perspektif harian (time frame daily), CPO masih nyaman di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 67. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah mencapai 91. Jauh di atas 80, yang berarti sangat jenuh beli (overbought).

Untuk perdagangan selanjutnya, harga CPO berpotensi turun (lagi). Target support terdekat ada di MYR 4.400/ton yang sekaligus merupakan support psikologisnya. Terlebih ada support kedua pada level MYR 4.370/ton.

Cermati pivot point di MYR 4.319/ton. Jika tertembus, maka harga CPO bisa amblas menuju MYR 4.195/ton. Target paling pesimistis atau support paling jauh ada di MYR 3.997/ton.

Namun jika nantinya harga CPO masih kuat menanjak, maka MYR 4.500/ton bisa menjadi resistance terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi ke harga ke MYR 4.585/ton.

Target paling optimistis atau resistance terjauh adalah MYR 4.800/ton.

(fad)

No more pages