Logo Bloomberg Technoz

“Badan POM harus memperhatikan UMKM,” kata Taruna Ikrar mengutip pesan Presiden.

Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM menjadi penting karena sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian nasional. 

Berdasarkan data pemerintah, terdapat sekitar 65,5 juta UMKM di Indonesia yang berkontribusi sebesar 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 119 juta tenaga kerja.

Taruna Ikrar menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, sekitar 4,2 juta UMKM bergerak pada sektor yang berkaitan dengan pengawasan BPOM. Pelaku usaha tersebut mencakup produsen makanan, obat tradisional, kosmetik, hingga berbagai industri rumah tangga yang memproduksi pangan dan produk kesehatan.

Ia menilai pembinaan terhadap pelaku usaha tersebut menjadi penting untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu.

“Kita tidak mungkin menurunkan standar keamanan, khasiat, dan mutu produk. Namun yang bisa kita lakukan adalah memberikan asistensi kepada UMKM,” ujarnya.

Salah satu bentuk pendampingan dilakukan melalui program edukasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pengujian serta standar produk yang aman dan berkualitas.

Taruna Ikrar mencontohkan, melalui pembinaan yang tepat, produk pangan yang sebelumnya hanya memiliki masa simpan satu hingga dua hari dapat dikembangkan menjadi pangan steril komersial yang mampu bertahan hingga enam bulan bahkan satu setengah tahun.

Dengan masa simpan yang lebih lama, produk UMKM dinilai memiliki peluang pemasaran yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha.

“Contohnya, produk pangan yang sebelumnya hanya tahan 1–2 hari, melalui pembinaan dapat menjadi pangan steril komersial yang tahan hingga 6 bulan sampai 1,5 tahun,” jelasnya.

Namun ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk tersebut harus dilakukan tanpa menggunakan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, maupun pewarna berbahaya.

Selain melalui kegiatan edukasi, BPOM juga menjalankan sejumlah program pembinaan bagi pelaku usaha, di antaranya Pangan Desa Aman, Resto Kampus, Sapa Pasar, serta Sapa UMKM.

Ia menyatakan berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung penguatan sektor UMKM sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada perkembangan sektor UMKM yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian.

“Kalau UMKM berkembang dengan baik, maka pendapatan masyarakat secara keseluruhan akan meningkat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, BPOM juga mencatat adanya Rekor MURI terkait kegiatan edukasi peningkatan pemahaman UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor usaha tersebut.

Kepala BPOM berharap pelaku UMKM yang telah memperoleh pembinaan dapat menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan memiliki daya saing baik di pasar domestik maupun internasional.

(rtd)

No more pages