“Ternyata betul daya beli masih ada, orang masih belanja, pasar juga masih ramai. Kalau saya datang, tiba-tiba banyak orang ngumpul. Artinya, daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik,” ujarnya.
Dia juga menuturkan, kondisi Pasar Tanah Abang yang ramai juga menjadi bukti bahwa harga minyak mentah dunia yang tengah melambung tinggi hingga ke level US$ 113/barel di tengah perang Iran vs AS-Israel belum berefek langsung ke aktivitas ekonomi dalam negeri.
"Jadi ekonomi kita sedang bagus, teman-teman enggak usah takut, nanti kalau harga minyak dunia naik pun kita akan coba absorb lewat APBN dan kita akan mengendalikan semaksimal mungkin," ucap Purbaya.
Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil Survei Konsumen periode Februari. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dibandingkan bulan sebelumnya meski masih di level optimistis.
Pada Senin (9/3/2026), BI mengumumkan IKK pada Februari berada di 125,2. IKK di atas 100 menggambarkan konsumen percaya diri atau optimistis melihat perekonomian saat ini hingga enam bulan mendatang.
Akan tetapi, optimisme konsumen Tanah Air terpantau melambat. Sebab pada Januari, IKK berada di 127. Sebagai informasi, angka IKK pada Januari lalu tersebut menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir.
"Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 115,9, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,1. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimis sebesar 134,4, meski lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 138,8," demikian laporan BI.
(ell)





























