Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, sejumlah negara sudah mulai menerapkan pengetatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga melakukan kebijakan untuk melindungi pasokan BBM domestik.

Salah satu contohnya Vietnam, negara itu bakal menghapus tarif impor BBM dan mempermudah perusahaan raksasa negara PetroVietnam untuk membeli dan menjual minyak mentah dan produk minyak, seiring dengan meluasnya perang di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran akan keamanan energi.

Selain itu, Myanmar memberlakukan pembatasan kendaraan pribadi, menyusul gangguan pada jalur perdagangan migas di Timur Tengah.

Mobil pribadi dan sepeda motor—kecuali kendaraan listrik—hanya akan diizinkan beroperasi di jalan raya setiap dua hari sekali berdasarkan nomor pelat kendaraan mereka.

Pelat nomor genap beroperasi di tanggal genap, dan plat nomor ganjil di tanggal ganjil, menurut keputusan Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (NDSC).

Mobil pribadi dan sepeda motor — kecuali kendaraan listrik — hanya akan diizinkan beroperasi di jalan raya setiap dua hari sekali berdasarkan nomor plat kendaraan mereka.

Pelat nomor genap beroperasi di tanggal genap, dan plat nomor ganjil di tanggal ganjil, menurut keputusan Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (NDSC).

Menanggapi itu, Bahlil menyatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan kondisi masing-masing negara. Adapun Indonesia, kata dia, bakal segera memperketat efisiensi anggaran dan memanfaatkan sumber energi alternatif.

“Kita lagi melakukan exercise. Apa yang dilakukan oleh negara lain itu kan tergantung dari kondisi masing-masing negara. Kita juga akan melihat seberapa penting dan langkah apa yang harus kita lakukan dalam rangka melakukan efisiensi,” ujar Bahlil.

“Efisiensi itu adalah penyelamatan terhadap keuangan negara dan juga optimalisasi terhadap seluruh energi yang kita punya,” tegasnya.

Pada hari ini, harga minyak jenis Brent melonjak hingga 20% ke posisi US$111,04/barel pada pembukaan perdagangan, sementara West Texas Intermediate (WTI) melambung hingga 22%.

Uni Emirat Arab dan Kuwait telah mulai mengurangi produksi karena fasilitas penyimpanan mereka terisi penuh dengan cepat akibat penutupan Selat Hormuz. Langkah serupa telah dilakukan Irak yang mulai menghentikan sebagian produksinya sejak pekan lalu.

Sekadar catatan, berdasarkan data Kementerian ESDM per akhir pekan lalu, status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.

Kementerian ESDM menegaskan kapasitas cadangan minyak mentah Indonesia saat ini hanya cukup untuk 25 hari, dengan begitu pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan minyak mentah tambahan untuk meningkatkan stok BBM nasional.

(azr/wdh)

No more pages