Logo Bloomberg Technoz

Di samping itu, BNI juga memperkirakan kebutuhan uang tunai mencapai sekitar Rp1,71 triliun per hari selama periode tersebut.

Selain itu, BNI juga mengoperasikan kantor cabang secara terbatas pada 20 Maret 2026 sebanyak 23 outlet dan pada 23 Maret 2026 sebanyak 32 outlet untuk mendukung layanan selama libur lebaran. Di sisi digital, BNI terus mendorong pemanfaatan aplikasi Wondr by BNI yang hingga akhir Februari 2026 telah digunakan oleh 12,7 juta nasabah.

"Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang optimal melalui sinergi jaringan fisik dan digital agar kebutuhan perbankan nasabah selama periode mudik dan Idul Fitri tetap terpenuhi dengan baik," ungkapnya. 

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyiapkan uang tunai yang lebih besar, yakni sekitar Rp44 triliun untuk pengisian ATM dan CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026 untuk 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia.

Nilai tersebut meningkat sekitar 5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp41,9 triliun.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari, seiring meningkatnya transaksi masyarakat selama Ramadan hingga puncak arus mudik dan Lebaran.

"Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal," kata Adhika. 

Adapun untuk memastikan kelancaran transaksi non-tunai selama periode puncak Lebaran, Bank Mandiri menyiapkan likuiditas sebesar Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada 18 hingga 25 Maret 2026, atau sekitar Rp2,5 triliun per hari. 

Di sisi lain, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) juga menyiapkan uang tunai sekitar Rp16 triliun untuk memenuhi kebutuhan nasabah selama Ramadan dan Idul Fitri 2026. Dana tersebut akan didistribusikan melalui jaringan kantor cabang dan sekitar 6.000 ATM BSI yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna memastikan operasional ATM tetap berjalan normal selama periode libur Lebaran untuk mendukung kebutuhan penarikan uang tunai masyarakat.

"Penukaran uang kita siapkan seperti biasa, kalau tidak salah selama Lebaran itu Rp16 triliun," kata Anton ditemui di BSI Tower, dikutip pada Selasa (24/2/2026). 

Dia memastikan operasional ATM di seluruh Indonesia tetap berjalan dengan baik. Adapun uang pecahan yang tersedia di ATM yakni Rp50.000 dan Rp100.000. Meskipun demikian, BSI tidak menutup kemungkinan untuk menyiapkan uang pecahan Rp20.000 di sejumlah daerah. 

Selain itu, manajemen juga memastikan semua layanan perbankan tetap beroperasi dengan baik selama libur Lebaran berlangsung, dengan melakukan monitoring secara berkala. 

Sekadar catatan, pada tahun lalu, BSI menyediakan uang tunai senilai Rp42,88 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah jelang Idulfitri. Nilai tersebut naik 14% dari penyediaan pada 2024. 

(ell)

No more pages