Logo Bloomberg Technoz

Postur militer negara ini dibentuk oleh sanksi selama beberapa dekade, doktrin perang asimetris, dan persaingan yang terus-menerus dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Teluk Arab.

Militer Iran terbagi antara angkatan bersenjata reguler (Artesh) dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang memainkan peran dominan dalam operasi regional dan proyeksi kekuatan.

Doktrin Iran berfokus pada pencegahan, penolakan wilayah, dan diperkuat oleh komando rudal yang kuat, unit siber, dan kemampuan untuk memobilisasi milisi sekutu di seluruh Timur Tengah.

Meski memiliki angkatan udara yang menua dan akses terbatas ke teknologi Barat, Iran diketahui telah berinvestasi besar-besaran dalam rudal balistik, UAV, dan pasukan proksi untuk mengimbangi kekurangan konvensional.

Iran memiliki persenjataan berupa rudal balistik yang menjadi kekuatan tulang punggung dalam strategi penyerangan. Terdapat rudal balistik Shahab-3, Emad, Sejjil, dan Khaybar Shekan dengan jangkauan hingga 2.000 KM. Kemudian, rudal taktis Fateh-110, Zolfaghar, Dezful, dan Raad untuk penggunaan di medan perang.

Lalu, sistem SRBM/IRBM presisi yang mampu menyerang Israel, pangkalan AS, dan target di negara-negara Teluk. Silo rudal bawah tanah dan peluncur bergerak meningkatkan kemampuan bertahan hidup.

Negara ini juga memiliki armada UAV canggih dan amunisi jelajah. Iran adalah pemimpin dunia dalam peperangan drone di luar negara-negara besar dengan kepunyaan armada berupa Shahed-129, Mohajer-6, Ababil-3, dan Karrar digunakan di Suriah, Irak, dan Yaman. Tak hanya itu, Iran juga memiliki amunisi jelajah Shahed-136 banyak diekspor ke Rusia dan digunakan di Ukraina.

Selanjutnya, UAV bersenjata digunakan untuk melewati sistem pertahanan udara dan memproyeksikan kekuatan melalui perantara. Industri dalam negeri dengan cepat mengembangkan produksi UAV (pesawat tanpa awak) berbiaya rendah dan jarak jauh.

Tak sampai di situ, Iran memperluas pengaruh militernya tanpa mengerahkan pasukan konvensional, seperti mendukung Hizbullah, PMF (Irak), Houthi (Yaman), Liwa Fatemiyoun, dan lainnya.

Melaksanakan operasi melalui penasihat Pasukan Quds IRGC dan jaringan logistic, memberikan dukungan kepada mitra berupa rudal, drone, dan pelatihan untuk menahan musuh di kawasan tersebut.

Hingga pasukan proksi yang digunakan untuk mengganggu, menghalangi, atau membalas dendam terhadap Israel, Arab Saudi, dan AS. Di sisi sistem pertahanan udara, Iran telah mengembangkan arsitektur pertahanan berlapis untuk melindungi aset-aset strategis. Iran memiliki sistem Bavar-373 (setara S-300), Khordad-15, dan Sayyad-3. Integrasi radar, peluncur bergerak, dan platform peperangan elektronik.

Di sektor siber dan industri militer, Iran merupakan pendorong utama kekuatan militer. Negara ini diketahui telah melakukan operasi siber terhadap target Israel, AS, dan negara-negara Teluk.

Ilustrasi Selat Hormuz (Envato)

Iran juga memproduksi dalam negeri tank, drone, rudal, dan sistem peperangan elektronik (EW) tetap berjalan meskipun ada sanksi. Ia juga membangun versi hasil rekayasa balik dari F-5, T-72, dan platform lama lainnya, serta berkolaborasi dengan Rusia dan China dalam transfer teknologi militer dan pelatihan.

Israel

Dikutip dari Global Firepower (GFP) dalam indeks 2026, Israel menempati peringkat ke-15 dari 145 negara dengan Power Index 0,2707. Israel memiliki sekitar 169,5 ribu personel aktif. Namun dari sisi belanja pertahanan, Israel memiliki keunggulan mencolok. Anggaran pertahanan Israel diperkirakan mencapai sekitar US$34,6 miliar, hampir empat kali lipat dari Iran yang berada di kisaran US$9,23 miliar.

Israel juga diketahui memiliki 239 pesawat tempur dan 48 helikopter serang. Superioritas udara ini kerap menjadi faktor strategis dalam konflik modern. Negara ini memiliki 1.300 unit tank dengan 82 unit armada laut. Israel tidak memiliki kapal induk, sehingga kekuatan laut lebih bertumpu pada kapal selam, fregat, dan kapal patroli.

Militer Israel adalah salah satu kekuatan paling maju dan kuat di dunia. Persenjataan konvensionalnya, yang sebagian besar dibeli dari Amerika Serikat atau diproduksi oleh industri senjata Israel yang sangat maju, mencakup hampir 600 pesawat tempur, 200 helikopter serang, 3.600 tank, lebih dari 9.000 kendaraan pengangkut personel lapis baja, dan 360 rudal balistik.

Angkatan lautnya mengoperasikan tiga kapal selam kelas Dolphin yang diyakini mampu meluncurkan hulu ledak nuklir. Dengan perkiraan 200-300 hulu ledak semacam itu, Israel dianggap sebagai kekuatan nuklir peringkat keenam di dunia dan mampu mengirimkan hulu ledak nuklir melalui rudal atau dari pesawat terbang. Israel juga dicurigai menyimpan persediaan senjata kimia dan biologi.

(wep)

No more pages