Logo Bloomberg Technoz

Peretas juga kerap memanfaatkan aplikasi akses jarak jauh untuk mengontrol perangkat korban. Dalam artikel disebutkan, "Tak jarang peretas juga memanfaatkan aplikasi akses jarak jauh seperti AnyDesk atau TeamViewer untuk mengontrol perangkat korban."

Karena itu, segera nonaktifkan aplikasi semacam ini jika terlihat aktif tanpa izin. Matikan Wi-Fi, data seluler, serta aktifkan mode pesawat untuk memastikan koneksi benar-benar terputus.

Selain itu, jangan lupa mematikan Bluetooth agar perangkat tidak terhubung ke jaringan lain yang berpotensi menjadi jalur serangan tambahan.

2. Bekukan Kartu Kredit

Jika terdapat transaksi mencurigakan atau penggunaan kartu kredit tanpa izin, segera hubungi bank penerbit untuk memblokir kartu tersebut.

Langkah ini penting untuk mencegah transaksi lanjutan yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar. Bank biasanya memiliki mekanisme pengembalian dana apabila transaksi terbukti tidak sah.

Beberapa bank bahkan memiliki sistem deteksi otomatis terhadap aktivitas mencurigakan dan akan menghubungi nasabah lebih dahulu.

Namun demikian, pengguna tetap perlu bertindak cepat. Dalam beberapa kasus, jam pertama setelah kejadian sangat menentukan dalam membatasi kerugian finansial.

Selain menghubungi bank, korban juga disarankan melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas kejahatan siber setempat sebagai bentuk perlindungan hukum.

Mengamankan Akun Digital

3. Ganti Kata Sandi Semua Akun

Setelah memastikan akses keuangan aman, langkah berikutnya adalah mengganti seluruh kata sandi akun digital.

Proses ini sebaiknya dilakukan menggunakan perangkat lain yang tidak terinfeksi, seperti laptop atau ponsel berbeda. Hal ini penting untuk menghindari pencurian kata sandi baru oleh malware yang masih aktif.

Pengguna juga disarankan membuat kata sandi yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Menggunakan kata sandi yang sama pada banyak layanan dapat meningkatkan risiko jika salah satu akun kembali diretas.

Setelah mengganti kata sandi, aktifkan sistem keamanan tambahan seperti autentikasi multifaktor atau MFA.

Jika MFA belum tersedia, pengguna masih dapat memanfaatkan verifikasi dua langkah berbasis SMS sebagai perlindungan tambahan.

Membersihkan Perangkat dari Ancaman

4. Lakukan Pemindaian Keamanan

Setelah akun penting diamankan, langkah berikutnya adalah memindai perangkat dari kemungkinan ancaman malware.

Proses pemindaian bisa memakan waktu cukup lama, tergantung pada kondisi perangkat dan tingkat paparan virus.

Pengguna komputer Windows dapat menggunakan fitur Windows Security untuk melakukan pemindaian menyeluruh. Sementara itu, perangkat macOS memiliki perlindungan bawaan seperti XProtect.

Selain sistem bawaan, pengguna juga dapat menggunakan perangkat lunak keamanan pihak ketiga seperti Norton, Avast, atau AVG.

Jika sistem menemukan file berbahaya, segera hapus atau karantina file tersebut lalu lakukan pemindaian ulang untuk memastikan perangkat benar-benar aman.

5. Reset Pabrik Jika Ancaman Tidak Hilang

Jika setelah beberapa kali pemindaian masih ditemukan aktivitas mencurigakan, reset pabrik bisa menjadi langkah terakhir yang efektif.

Metode ini akan menghapus sistem dan aplikasi yang berpotensi menjadi sumber malware.

Namun langkah ini juga memiliki risiko kehilangan data. Oleh karena itu, pengguna disarankan mencadangkan file pribadi terlebih dahulu sebelum melakukan reset.

File seperti foto, video, dan dokumen umumnya aman untuk disimpan kembali setelah dipindai dengan antivirus terbaru.

Sebaliknya, file berekstensi seperti .exe, .bat, .msi, atau .pkg lebih berisiko karena dapat menjadi media penyebaran malware.

Selain itu, pengguna sebaiknya tidak memulihkan cadangan otomatis yang dibuat setelah perangkat diretas karena berpotensi membawa kembali ancaman ke dalam sistem.

Ancaman Siber Semakin Nyata

Aktivitas hacker yang semakin meningkat menunjukkan bahwa keamanan digital kini menjadi kebutuhan penting bagi semua pengguna internet.

Serangan siber dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja, baik melalui email, media sosial, maupun aplikasi perbankan.

Karena itu, memahami langkah penanganan pertama ketika terjadi peretasan menjadi bagian penting dari literasi digital.

Dengan tindakan yang cepat, kerugian akibat serangan siber dapat diminimalkan dan data pribadi tetap terlindungi.

(seo)

No more pages