Tingginya harga minyak akan membuat harga BBM di banyak negara akan ikut terdongkrak. Ini akan membuat bank sentral di berbagai negara, termasuk Federal Reserve di Amerika Serikat (AS), tidak punya banyak ruang untuk menurunkan suku bunga acuan.
Bahkan bukan tidak mungkin bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan demi menjangkar ekspektasi inflasi.
Di pasar swap, investor memperkirakan The Fed sepertinya hanya bisa menurunkan suku bunga acuan sekali sebesar 25 basis poin (bps) sepanjang tahun ini. Pekan lalu, masih terbuka peluang The Fed memangkas bunga dua kali.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (6/3/2026)? Apakah bisa bangkit atau justru makin terjepit?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 53. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 18. Di bawah 20, yang berarti sudah jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas harga emas berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 5.142/troy ons.
Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten di level US$ 5.177-5.185/troy ons. Resisten lanjutan ada di kisaran US$ 5.197-5.265/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 5.323/troy ons.
Namun andai harga emas malah turun, maka US$ 5.066/troy ons akan menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga ke rentang US$ 5.017-4.952/troy ons.
(aji)





























