Logo Bloomberg Technoz

Menghubungkan Kota-Kehidupan: Peran Strategis Jalan Tol Makassar


(Dok. Nusantara Infrastructure)
(Dok. Nusantara Infrastructure)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas perkotaan dan konektivitas logistik, infrastruktur jalan tol kian dipandang bukan sekadar proyek fisik, melainkan indikator kematangan tata kelola dan kesiapan sebuah kota menghadapi pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI) melalui anak usahanya di sektor jalan tol menjadi salah satu pemain yang konsisten membangun persepsi tersebut, terutama melalui pengelolaan jalan tol di Makassar.

Bagi masyarakat, jalan tol kerap diasosiasikan dengan efisiensi waktu. Namun bagi Nusantara Infrastructure Group, nilai jalan tol melampaui fungsi tersebut. Infrastruktur ini diposisikan sebagai solusi mobilitas yang berkelanjutan, aman, dan inklusif, sekaligus aset strategis yang mendorong produktivitas sosial dan ekonomi kawasan.

Di Makassar, pengelolaan jalan tol dilakukan NI melalui dua Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yakni PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN). Keduanya mengelola jaringan tol yang menghubungkan pelabuhan, pusat kota, hingga Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, membentuk tulang punggung mobilitas Sulawesi Selatan.


Data operasional menunjukkan, perjalanan melalui Jalan Tol Makassar dapat menghemat hingga 56% waktu tempuh. Misalnya, perjalanan dari Bandara Sultan Hasanudin menuju pusat kota yang biasanya memakan waktu 52 menit melalui jalur arteri, dengan lewat jalan tol dapat ditempuh dalam 23 menit. Efisiensi ini berdampak langsung pada pola aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan harian pekerja, distribusi logistik, hingga konektivitas pariwisata dan perdagangan.

Dampak Sosial: Dari Waktu hingga Kualitas Hidup