Logo Bloomberg Technoz

Pembuatan lagu dapat dimulai dari teks sederhana. Pengguna cukup membuka Gemini AI dan menyiapkan konsep lagu yang diinginkan sebelum mengetik deskripsi secara rinci pada kolom percakapan.

Deskripsi yang spesifik akan membantu sistem memahami genre, suasana, tempo, hingga instrumen yang diharapkan. Contoh prompt yang bisa digunakan adalah, “Buat lagu lo-fi chill tentang hujan sore dan secangkir kopi, instrumental tanpa lirik, tempo pelan dan menenangkan.”

Setelah instruksi dikirim, sistem akan memproses permintaan tersebut dalam beberapa detik. Lagu yang dihasilkan biasanya sudah lengkap, mulai dari lirik hingga komposisi musiknya.

Secara otomatis, AI akan melakukan beberapa langkah produksi sekaligus. Sistem akan menyusun lirik, menyesuaikan aransemen dan instrumen berdasarkan genre, mengatur tempo, serta membangun keseluruhan nuansa musik.

Tidak hanya itu, Gemini juga mampu menghasilkan cover art secara otomatis. Ilustrasi visual ini menambah kesan profesional pada lagu berdurasi singkat tersebut.

Selain berbasis teks, fitur ini juga mendukung pembuatan lagu dari foto atau video. AI akan membaca suasana visual dan menerjemahkannya menjadi komposisi musik yang selaras dengan mood gambar.

Pengguna cukup mengunggah foto atau video ke Gemini, lalu menambahkan arahan detail. Penjelasan mengenai genre, pesan, dan suasana sangat menentukan hasil akhir lagu.

Sebagai contoh, pengguna dapat mengunggah foto langit malam penuh bintang, kemudian menuliskan prompt, “Buat lagu dream pop tentang harapan dan mimpi yang belum tercapai, nuansa tenang dan magis, tempo lambat dengan synth lembut.”

Setelah instruksi dikirim, sistem akan menganalisis elemen visual dalam file tersebut. Dalam beberapa detik, lagu lengkap dengan aransemen pun berhasil dibuat.

Fitur ini membuka peluang baru bagi kreator konten. Foto perjalanan, cuplikan video pendek, atau ilustrasi digital kini dapat langsung diubah menjadi soundtrack orisinal yang unik.

Fitur Unduh, Watermark, dan Integrasi YouTube

Gemini, proyek AI dari Google. (Bloomberg)

Setiap lagu yang dihasilkan melalui Gemini dengan Lyria 3 memiliki durasi sekitar 30 detik. Format ini dirancang agar cocok digunakan sebagai latar konten media sosial atau video pendek.

Menariknya, lagu tersebut sudah dilengkapi artwork otomatis dari Nano Banana. Elemen visual ini memperkuat identitas karya yang dihasilkan AI.

Setelah proses selesai, pengguna dapat langsung mengunduh file audio ke perangkat masing masing. Lagu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai soundtrack konten pribadi atau proyek kreatif lainnya.

Selain opsi unduhan, tersedia pula fitur berbagi melalui tautan. Dengan cara ini, pengguna dapat mengirimkan lagu tanpa harus mengunggah file secara manual.

Untuk menjaga transparansi, setiap lagu diberi watermark tak kasat mata bernama SynthID. Tanda ini berfungsi sebagai penanda bahwa audio tersebut dibuat oleh AI Google.

Pengguna juga dapat mengunggah kembali file audio untuk memeriksa apakah lagu tersebut dibuat menggunakan teknologi Google. Gemini akan melakukan verifikasi terhadap watermark SynthID tersebut.

Fitur ini terintegrasi dengan Dream Track di YouTube untuk mendukung pembuatan soundtrack Shorts. Integrasi ini memberikan kemudahan bagi kreator yang aktif di platform video pendek.

Saat ini, fitur pembuatan lagu berbasis Lyria 3 telah tersedia di Amerika Serikat. Google menyatakan bahwa layanan ini mulai diperluas ke negara lain secara bertahap.

Kehadiran inovasi ini menandai langkah besar dalam pemanfaatan AI untuk industri kreatif. Produksi musik yang sebelumnya memerlukan waktu dan biaya kini dapat dilakukan secara instan.

Meski demikian, penggunaan AI dalam musik juga memunculkan diskusi baru mengenai hak cipta dan orisinalitas. Namun Google telah menyiapkan sistem identifikasi melalui SynthID sebagai bagian dari komitmen transparansi.

Dengan pembaruan ini, Gemini tidak lagi sekadar asisten digital, melainkan alat kreatif multifungsi. Dari teks, foto, hingga video, semuanya dapat diubah menjadi lagu singkat yang siap dipublikasikan.

Bagi kreator pemula maupun profesional, fitur ini menjadi ruang eksplorasi baru. Hanya dengan ide sederhana, proses kreatif kini dapat dimulai dan diwujudkan dalam hitungan detik melalui teknologi AI terbaru dari Google.

(seo)

No more pages