Selain itu, teh memiliki sifat diuretik yang dapat memicu tubuh mengeluarkan lebih banyak air seni. Kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi dan membuat tubuh lebih cepat merasa haus.
2. Mie Instan dan Makanan Asin
Mie instan sering menjadi solusi praktis saat sahur. Proses penyajiannya yang cepat membuatnya digemari banyak orang.
Namun, makanan yang terlalu asin dapat mengganggu keseimbangan natrium dalam tubuh. Ketidakseimbangan ini berdampak pada terganggunya penyerapan cairan sehingga tubuh lebih mudah merasa haus selama berpuasa.
Selain mie instan, makanan seperti keripik, telur asin, dan ikan asin juga sebaiknya dibatasi untuk mencegah dehidrasi.
3. Sosis dan Nugget
Produk olahan seperti sosis dan nugget kerap menjadi pilihan karena mudah dimasak. Meski praktis, kandungan gizinya kurang mendukung puasa jangka panjang.
Sosis dan nugget biasanya tinggi natrium yang dapat membuat tubuh lebih cepat haus. Selain itu, makanan ini minim serat sehingga perut lebih cepat terasa kosong.
Kurangnya asupan serat dapat memicu rasa lapar datang lebih awal sebelum waktu berbuka.
4. Makanan Pedas
Makanan pedas memang menjadi favorit banyak orang Indonesia. Tidak sedikit yang tetap mengonsumsinya saat sahur.
Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena makanan pedas dapat meningkatkan produksi asam lambung. Dampaknya antara lain mulas, sakit perut, hingga diare.
Jika terjadi diare, tubuh akan kehilangan banyak cairan dan lebih rentan mengalami dehidrasi selama puasa.
5. Minuman Berkafein
Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda juga perlu diperhatikan selama Ramadan.
Kafein memiliki sifat diuretik yang dapat menyebabkan tubuh lebih sering buang air kecil. Akibatnya, risiko dehidrasi meningkat dan rasa haus muncul lebih cepat.
Mengurangi konsumsi minuman berkafein saat sahur dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
6. Gorengan
Gorengan seperti bakwan, cireng, risol, dan pastel memang menggugah selera. Teksturnya yang renyah kerap menjadi pilihan saat sahur.
Namun, gorengan cenderung membuat lambung terasa berat. Selain itu, makanan berlemak ini dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai energi crash.
Energi crash adalah kondisi ketika tubuh tiba-tiba merasa sangat lemas, mengantuk, sulit fokus, dan mood menurun beberapa jam setelah makan, meskipun sebelumnya terasa kenyang atau berenergi.
Pilih Menu Sahur yang Lebih Seimbang
Memilih menu sahur yang tepat menjadi kunci menjaga stamina selama puasa. Asupan seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup dapat membantu tubuh bertahan lebih lama tanpa rasa lapar dan haus berlebihan.
Dengan menghindari makanan tinggi gula, garam, lemak, serta minuman berkafein, risiko dehidrasi dan gangguan pencernaan dapat ditekan.
Sahur bukan sekadar mengenyangkan, tetapi juga menyiapkan tubuh agar tetap prima hingga waktu berbuka tiba.
(seo)




























