Menurut REI, salah satu penyebab utama penolakan tersebut adalah tunggakan cicilan pada pinjaman online. Banyak calon debitur yang menganggap pinjol sebagai pinjaman jangka pendek tanpa menyadari konsekuensi jangka panjang terhadap profil kredit mereka.
Tidak hanya berdampak pada akses pembiayaan properti, skor kredit yang tercatat buruk juga berimbas pada sektor lain. OJK sempat menyoroti fenomena pencari kerja yang gagal memperoleh pekerjaan karena terganjal catatan kredit di SLIK OJK.
Beberapa perusahaan menjadikan riwayat kredit sebagai bagian dari proses seleksi, terutama untuk posisi yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa skor kredit kini memiliki implikasi yang lebih luas dari sekadar urusan pinjam meminjam.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menjelaskan bahwa data dalam SLIK bersifat dinamis. Ia menyatakan bahwa data SLIK dapat dilakukan pembaruan apabila peminjam atau borrower telah melakukan pembayaran atau menempuh langkah sesuai ketentuan yang berlaku.
Pernyataan tersebut memberi harapan bagi debitur yang ingin memperbaiki catatan kreditnya. Artinya, skor kredit yang buruk bukanlah vonis permanen selama kewajiban diselesaikan sesuai aturan.
Saat ini, pengecekan SLIK juga dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Dengan memanfaatkan layanan resmi yang disediakan OJK melalui situs idebku.ojk.go.id, masyarakat dapat mengetahui posisi skor kreditnya tanpa harus datang langsung ke kantor OJK.
Langkah ini dinilai penting sebelum seseorang mengajukan pinjaman baru. Dengan mengetahui skor kredit lebih awal, calon debitur dapat mengantisipasi potensi penolakan serta melakukan perbaikan jika diperlukan.
Mengacu pada informasi yang tersedia di laman pegadaian.co.id, skor SLIK OJK dibagi menjadi lima kategori. Skor 1 menunjukkan riwayat kredit paling baik, sementara skor 5 menandakan adanya kredit macet atau masalah serius dalam pembayaran.
Debitur dengan skor 1 dan 2 umumnya tidak mengalami kendala berarti saat mengajukan kredit ke bank. Sebaliknya, mereka yang memiliki skor 3, 4, atau 5 perlu melakukan pembenahan terlebih dahulu sebelum kembali mengajukan permohonan pembiayaan.
Langkah Membersihkan Catatan Kredit
Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana cara membersihkan nama dari SLIK OJK apabila sudah terlanjur memiliki catatan buruk. Jawabannya bergantung pada penyebab utama munculnya skor rendah tersebut.
Jika terdapat tunggakan kredit yang belum diselesaikan, satu satunya cara untuk memperbaiki catatan adalah dengan melunasi seluruh kewajiban yang tertunda. Tanpa pelunasan, status kredit bermasalah akan tetap tercatat dalam sistem.
Pelunasan ini mencakup seluruh komponen kewajiban, termasuk pokok pinjaman, bunga, serta denda keterlambatan jika ada. Setelah pembayaran dilakukan, pihak lembaga keuangan akan memperbarui status kredit nasabah dalam sistem pelaporan ke SLIK.
Namun, terdapat kemungkinan bahwa catatan tunggakan muncul akibat kesalahan administratif. Dalam situasi seperti ini, debitur disarankan untuk segera menghubungi lembaga keuangan terkait guna melakukan klarifikasi.
Proses klarifikasi biasanya melibatkan pengecekan dokumen pembayaran serta riwayat transaksi. Jika terbukti terjadi kekeliruan, lembaga keuangan akan melakukan koreksi data dan melaporkannya kepada OJK untuk diperbarui dalam SLIK.
Pembaruan data di SLIK OJK umumnya dilakukan maksimal 30 hari sejak pelunasan atau penyelesaian masalah. Waktu ini diperlukan untuk proses administrasi dan sinkronisasi data antar lembaga.
Sebagai langkah tambahan, debitur juga dapat meminta Surat Keterangan Lunas atau SKL dari lembaga pemberi pinjaman. Dokumen ini dapat menjadi bukti pendukung saat mengajukan kredit baru, terutama jika pembaruan data di sistem masih dalam proses.
Kesadaran untuk menjaga skor kredit sejak awal menjadi kunci utama agar tidak perlu melalui proses pembersihan yang memakan waktu. Disiplin membayar cicilan tepat waktu adalah cara paling efektif untuk mempertahankan skor di level 1 atau 2.
Di tengah meningkatnya akses terhadap berbagai produk pinjaman digital, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengambil utang. Kemudahan proses pengajuan pinjol sebaiknya diimbangi dengan perhitungan kemampuan bayar yang matang.
Skor kredit bukan hanya angka administratif, melainkan cerminan dari rekam jejak finansial seseorang. Setiap keterlambatan pembayaran akan tercatat dan berpotensi mempengaruhi keputusan lembaga keuangan di masa mendatang.
Transparansi sistem melalui layanan pengecekan mandiri juga memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih proaktif. Dengan rutin memantau catatan kredit, potensi masalah dapat dideteksi lebih dini sebelum berdampak luas.
Bagi mereka yang tengah berupaya memperbaiki skor, konsistensi menjadi faktor penentu. Setelah pelunasan dilakukan dan data diperbarui, menjaga komitmen pembayaran pada fasilitas kredit berikutnya sangat penting agar reputasi finansial tetap terjaga.
Ke depan, peran SLIK diperkirakan akan semakin sentral dalam ekosistem keuangan nasional. Integrasi data dari berbagai lembaga pembiayaan menjadikan sistem ini sebagai basis utama penilaian risiko kredit.
Oleh karena itu, memahami mekanisme SLIK dan cara membersihkan catatan kredit menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat modern. Dengan langkah yang tepat, peluang untuk kembali mengakses pembiayaan tetap terbuka.
Bagi calon debitur, memastikan nama bersih di SLIK bukan lagi pilihan, melainkan prasyarat. Reputasi kredit yang baik akan mempermudah berbagai rencana keuangan, mulai dari membeli rumah, kendaraan, hingga mengembangkan usaha.
Pada akhirnya, menjaga dan bila perlu membersihkan catatan di SLIK OJK adalah bagian dari literasi keuangan yang semakin relevan. Di era digital saat ini, setiap transaksi tercatat dan setiap kewajiban memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap masa depan finansial seseorang.
(seo)




























