"Di Lampung, petani sampai membuat mobil rakitan sendiri, pakai mesin dongfeng, dibuat 4x4, supaya bisa masuk ke kebun dan mengangkut singkong,” tutur dia.
Menurutnya, kendaraan pikap 4x4 memberikan kemampuan jelajah dan daya angkut yang lebih baik dibandingkan 4x2, terutama saat digunakan di tanah berlumpur, jalur tanah, dan medan tidak rata.
Dirinya juga beranggapan apabila selama ini petani memilih pikap 4x2 untuk kebutuhan pengangkutan komoditas pangan itu lantaran adanya keterbatasan biaya.
Dalam konteks operasional Koperasi Desa Merah Putih, kendaraan 4x4 dinilai penting untuk memastikan distribusi hasil pertanian berjalan lancar, dari kebun hingga ke konsumen, tanpa bergantung pada perantara.
“Tujuan akhirnya adalah menghubungkan petani langsung dengan pasar. Kalau logistiknya tidak kuat, tujuan itu tidak akan tercapai,” katanya. "Petani pakai 4x2 karena harga 4x4 terlalu mahal. Bukan karena itu yang paling cocok."
Polemik Impor Pikap dari India ini mencuat, pasalnya hal ini dilakukan di tengah lesunya industri otomotif yang ada di Indonesia.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan, padahal, anggota Gaikindo dinilai mampu memenuhi kebutuhan kendaraan yang diperlukan Kopdes tersebut.
"Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Pulu dalam keterangannya.
Sebagai informasi, PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor sebanyak 105.000 unit mobil pikap yang berasal dari pabrikan India untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)di seluruh Indonesia.
Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit.
"Kami menantikan kerja sama ini untuk mendukung Koprasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara," ujar CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta dalam siaran resminya, dikutip Jumat (20/2/2026).
(ell)



























