“Pasar CPU sangat teramat booming. Ada permintaan yang signifikan. Pertumbuhannya semakin berkembang, dan ini benar-benar hasil dari implementasi infrastruktur AI seiring dengan skalabilitas inferensi dan Agen AI, dimana portofolio kami berada dalam posisi yang sangat baik,” cerita Su.
Kerja sama ini menebalkan ambisi pendiri dan CEO Mark Zuckerberg terkait investasi jor-joran di teknologi kecerdasan buatan. Lompatan komputasi yang membutuhkan anggaran belanja miliar dolar AS berpeluang menghadirkan evolusi teknologi Gen AI yang bisa menggantikan peran atau pekerjaan manusia.
Dan pada saat raksasa teknologi mengurangi ketergantungan pada Nvidia, chip AMD bisa jadi alternatif. Seperti pada Oktober 2025, AMD menyepakati kolaborasi bersama OpenAI untuk membangun infrastruktur AI. Formatnya serupa, yaitu menukar saham dengan komitmen pembelian chip. OpenAI akan terapkan 6 GW GPU AMD selama beberapa tahun, yang secara nilai lebih dari setengah dari kesepakatan dicapai OpenAI dengan Nvidia.
Saham AMD naik 8,8% menjadi $213,84 pada penutupan perdagangan di New York. Capaian satu hari terkait AMD sejak bulan November, seperti dicatat Bloomberg. Sementara saham Meta bergerak positif hampir 1%.
Mark Zuckerberg pada Januari kemarin merilis inisiatif baru 'Meta Compute' yang merupakan aksi pembangunan “puluhan gigawatt dalam dekade ini dan ratusan gigawatt atau lebih seiring waktu” untuk memperoleh keunggulan strategis atas pesaing. Satu gigawatt setara dengan output reaktor nuklir — cukup listrik untuk memasok sekitar 700.000 rumah, dilaporkan Bloomberg News.
(wep)




























