Fluktuasi terkini BTC telah berada jauh meninggalkan posisi terbaiknya saat momentum bullish terjadi 2021, sekitar US$69.000 (sekitar Rp1,15 miliar). Sementara posisi all time high (ATH) sempat tembus US$126.080 (sekitar Rp2,11 miliar).
Sentimen risk-off kembali muncul efek kekhawatiran kebijakan Presiden Donald Trump terkait tarif. Hal lain yang membuat pelaku pasar was-was adalah tensi geopolitik, seperti diungkap dari hasil riset Ajaib Kripto.
“Tekanan muncul setelah Presiden Donald Trump menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%, meskipun Mahkamah Agung AS sebelumnya membatalkan penggunaan kewenangan darurat untuk kebijakan tersebut,” tulis mereka.
Tekanan demi tekanan membuat dana di pasar kripto derivatif mengalami likuidasi US$619,89 juta. Mayoritas mengamil posisi long US$523,47 juta, sisanya short tercatat US$96,41 juta. Likuidasi bersumber dari berdampak pada 164.178 para pedagang, mengutip data Coinglass.
(wep)
































