Wujud fisik huntap juga semakin terlihat jelas di desa Sigala-gala, di mana pemerintah berencana membangun 272 unit huntap di atas lahan seluas 5 hektare. Tumpukan batu bata terlihat sudah membentuk dinding-dinding bagi sebagian rumah di lokasi tersebut. Sementara itu, di sudut lain, para petugas terpantau terus menyusun batu bata agar pembangunan dinding bagi rumah-rumah lainnya segera rampung.
Sementara itu, di Tapanuli Utara, pembangunan huntap difokuskan di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting. Saat ini, para petugas tengah memasang kusen pintu dan jendela dengan progres mencapai 60 persen.
Pembangunan huntap adalah salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan wilayah terdampak bencana di fase rekonstruksi dan rehabilitasi. Seluruh proses pembangunan huntap dilakukan melalui kerja terpadu antara BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah daerah, serta dukungan aktif personel TNI dalam pengerjaan fisik dan distribusi material.
Pemerintah berencana untuk membangun 15.719 huntap di wilayah terdampak bencana di Sumatra, yakni 3.657 unit di Sumatra Barat, 3.462 unit di Sumatra Utara, dan 8.600 unit di Aceh.
(red)






























