Ia pun mengajak masyarakat untuk melakukan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar dalam mengurangi risiko bencana. Di antaranya dengan membersihkan saluran air di lingkungan sekitar serta tidak membuang sampah ke sungai yang dapat memperparah banjir.
Selain itu, masyarakat diimbau menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, serta power bank untuk mengantisipasi kondisi darurat. Mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat juga dinilai penting guna mempercepat proses penyelamatan saat bencana terjadi.
Daryono juga mengingatkan pentingnya memantau informasi resmi dari otoritas terkait agar masyarakat tidak terjebak pada kabar yang belum terverifikasi. Informasi yang akurat dinilai krusial dalam menentukan langkah yang tepat saat situasi darurat.
Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukanlah bentuk ketakutan, melainkan wujud kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar. “Kesiapsiagaan bukan tentang rasa takut. Kesiapsiagaan adalah bentuk kepedulian,” ujarnya.
Menurutnya, bencana memang tidak selalu dapat dicegah, tetapi dampaknya bisa ditekan apabila masyarakat memiliki budaya sadar bencana. “Bencana memang tidak selalu bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa dikurangi jika kita siap. Mari tingkatkan budaya sadar bencana. Mulai dari rumah. Mulai dari diri sendiri,"pungkasnya.
(dec)

























