Dewan ini merupakan elemen inti dari 20 poin rencana Trump yang membantu memediasi gencatan senjata dalam perang antara Israel dan Hamas pada Oktober lalu. Pertemuan awal kelompok ini—yang beranggotakan sekitar 20 negara termasuk Belarusia, Azerbaijan, dan Hungaria—sebelumnya telah dipimpin langsung oleh Trump di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Januari lalu.
Pada awalnya, Gedung Putih mendeskripsikan dewan ini sebagai badan pengawas terbatas yang bertujuan memandu Gaza melalui proses pelucutan senjata dan transisi teknokratis. Konsep ini bahkan sempat memenangkan dukungan PBB bersamaan dengan proses perdamaian yang lebih luas pada November lalu.
Namun, seiring dengan semakin jelasnya struktur organisasi ini, para sekutu AS di Eropa, pemimpin organisasi internasional, dan para pakar mulai mengekspresikan kebingungan atas tujuan sebenarnya dari dewan tersebut. Sebagai contoh, draf piagam organisasi tersebut bahkan tidak menyebutkan kata "Gaza". Hal ini membuat sekutu dekat seperti Inggris, Prancis, dan anggota Uni Eropa lainnya merasa cukup khawatir hingga memilih untuk tidak terlibat.
(dov/del)




























