Logo Bloomberg Technoz

“Pelaku pasar mengkaji ulang posisi mereka dan likuiditas sedang menipis. Harga emas pun merespons cepat setiap perkembangan, meski trennya secara umum belum berubah,” kata Ewa Manthey, Commodity Strategist di ING Bank, seperti diberitakan Bloomberg News.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Kamis (19/2/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas sudah masuk zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 53.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh di atas 50 sehingga bisa dibilang masih cenderung netral.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 57. Menghuni area beli (long) tetapi memang belum terlampau kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya akan bergerak sideways. Namun ada tendensi untuk melemah.

Target support terdekat ada di US$ 4.971/troy ons, yang merupakan Moving Average (MA) 10. Jika tertembus, maka US$ 4.962/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Waspadai pivot point di US$ 4.907/troy ons. Dari sini, harga emas berisiko longsor ke US$ 4.640/troy ons sebagai support terjauh.

Namun andai harga emas bisa naik lagi, maka rasanya US$ 5.003/troy ons akan menjadi resisten terdekat. Resisten berikutnya ada di rentang US$ 5.005-5.066/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 5.130/troy ons.

(aji)

No more pages