Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Tolak Usulan IMF Buat Kerek Pajak Karyawan

Mis Fransiska Dewi
19 February 2026 04:40

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak saran Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) untuk mengerek tarif pajak karyawan secara bertahap.

Opsi kenaikan tarif pajak belum menjadi pilihan yang bakal diambil pemerintah untuk mengerek penerimaan di tengah belum kuatnya pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebelum ekonominya kuat, kita nggak akan ubah-ubah itu tarif pajak,” kata Purbaya ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).


Alih-alih menaikkan tarif pajak, termasuk pajak Penghasilan karyawan atau PPh Pasal 21, Purbaya mengaku lebih memilih untuk mengefisienkan upaya penutupan kebocoran penerimaan.

Pada saat yang sama, dia akan berupaya lebih keras untuk mendorong ekonomi agar dapat tumbuh lebih tinggi. Sebab, dengan cara ini Purbaya yakin penerimaan, khususnya penerimaan pajak bisa tumbuh lebih tinggi.