Logo Bloomberg Technoz

Kesibukan Pengrajin Barongsai Jelang Perayaan Imlek 2024

Andrean Kristianto
22 January 2024 15:47

Lili Hambali menyelesaikan pembuatan liong yang akan digunakan dalam perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Lili Hambali menyelesaikan pembuatan liong yang akan digunakan dalam perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Liong dan barongsai adalah tarian tradisional Cina yang sering dipertunjukan saat perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Liong dan barongsai adalah tarian tradisional Cina yang sering dipertunjukan saat perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sampai saat ini, tari barongsai telah menjadi contoh budaya Tiongkok yang berkembang dan menyebar di dunia. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sampai saat ini, tari barongsai telah menjadi contoh budaya Tiongkok yang berkembang dan menyebar di dunia. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pertunjukan barongsai dan liong ini bertujuan untuk memeriahkan suasana tahun baru pada perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pertunjukan barongsai dan liong ini bertujuan untuk memeriahkan suasana tahun baru pada perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ramainya pertunjukan barongsai jelang perayaan Imlek menjadi momen sibuk bagi pengrajin pembuat barongsai. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ramainya pertunjukan barongsai jelang perayaan Imlek menjadi momen sibuk bagi pengrajin pembuat barongsai. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk sebuah barongsai dijual seharga Rp6,5 juta sedangkan liong dijual seharga Rp9 juta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk sebuah barongsai dijual seharga Rp6,5 juta sedangkan liong dijual seharga Rp9 juta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengrajin barongsai dan liong sudah mendapat pesanan sejak dua bulan sebelum perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengrajin barongsai dan liong sudah mendapat pesanan sejak dua bulan sebelum perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Lili Hambali menyelesaikan pembuatan liong yang akan digunakan dalam perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Liong dan barongsai adalah tarian tradisional Cina yang sering dipertunjukan saat perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sampai saat ini, tari barongsai telah menjadi contoh budaya Tiongkok yang berkembang dan menyebar di dunia. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pertunjukan barongsai dan liong ini bertujuan untuk memeriahkan suasana tahun baru pada perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ramainya pertunjukan barongsai jelang perayaan Imlek menjadi momen sibuk bagi pengrajin pembuat barongsai. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Untuk sebuah barongsai dijual seharga Rp6,5 juta sedangkan liong dijual seharga Rp9 juta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengrajin barongsai dan liong sudah mendapat pesanan sejak dua bulan sebelum perayaan Imlek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Barongsai adalah tarian tradisional Cina yang menggunakan sarung menyerupai singa. Biasanya, pertunjukan barongsai digelar saat perayaan Imlek dan telah menjadi tradisi tahunan dalam merayakan momen besar tersebut.

Pertunjukan barongsai ini bertujuan untuk memeriahkan suasana tahun baru pada perayaan Imlek. Sampai saat ini, tari barongsai telah menjadi contoh budaya Tiongkok yang berkembang pesat dan menyebar ke seluruh dunia.

Pertunjukan barongsai tidak hanya terbatas di kuil, tetapi kini banyak tarian tradisional Tiongkok yang menggunakan sarung menyerupai singa tersebut dipertunjukkan di mal-mal dan pusat keramaian lainnya.

Ramainya pertunjukan barongsai jelang perayaan Imlek menjadi momen sibuk bagi pengrajin. Mereka bahkan menerima pesanan sekitar dari dua bulan sebelum perayaan Imlek yang jatuh pada 10 Februari mendatang.

“Permintaan barongsai setiap tahun naik. Harga barongsai dijual Rp6,5 juta kalau liong Rp9 juta. Harga di Indonesia lebih murah dibanding negara lain,” kata Lili Hambali, pengrajin barongsai di Bogor.

Lili sudah dikenal di berbagai negara dan telah menjual hasil produksi barongsai dan liongnya tidak hanya di pasar dalam negeri, tetapi juga dikirim ke Australia, Arab Saudi, dan bahkan ke Eropa seperti Jerman. Yang terakhir, barongsai buatannya dikirim ke Austria untuk sebuah museum.

Meskipun demikian, Lili mengakui bahwa ada kesulitan dalam pembuatan barongsai terkait dengan bahan-bahan seperti bulu domba yang dipasang di kepala barongsai. Kesulitan ini dikarenakan bahan baku tersebut masih harus diimpor dari Mongol.

(dre/frg)