Logo Bloomberg Technoz

Mengikat Cinta Lewat Pernikahan Cio Tao yang Kini Langka

Andrean Kristianto
12 January 2024 17:32

Pengantin wanita bersiap untuk melakukan prosesi upacara Cio Tao. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengantin wanita bersiap untuk melakukan prosesi upacara Cio Tao. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Cio Tao, singkatan dari 'Cinta Tao,' upacara pernikahan khas peranakan Tionghoa Betawi atau Cina Benteng. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Cio Tao, singkatan dari 'Cinta Tao,' upacara pernikahan khas peranakan Tionghoa Betawi atau Cina Benteng. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Terompet dibunyikan untuk mengiringi prosesi pernikahan Cio Tao. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Terompet dibunyikan untuk mengiringi prosesi pernikahan Cio Tao. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Adat ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi sebuah ungkapan filosofi menghargai leluhur, orang tua, keluarga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Adat ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi sebuah ungkapan filosofi menghargai leluhur, orang tua, keluarga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bagian pertama tradisi Cio Tao yang berasal dari Manchu ini diawali dengan sebuah doa penghormatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bagian pertama tradisi Cio Tao yang berasal dari Manchu ini diawali dengan sebuah doa penghormatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Usai sembahyang engantin kemudian akan memakan 12 mangkuk makanan yang diawali oleh pengantin pria. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Usai sembahyang engantin kemudian akan memakan 12 mangkuk makanan yang diawali oleh pengantin pria. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Lalu pengantin wanita sebagai simbol bahwa seorang istri sebaiknya menanti sang suami pulang sebelum makan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Lalu pengantin wanita sebagai simbol bahwa seorang istri sebaiknya menanti sang suami pulang sebelum makan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ada 12 mangkuk makanan rasa berbeda, sebagai simbol 12 bulan dalam setahun dan aneka rasa dalam kehidupan.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ada 12 mangkuk makanan rasa berbeda, sebagai simbol 12 bulan dalam setahun dan aneka rasa dalam kehidupan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Setiap langkah dalam tradisi Cio Tao penuh dengan simbolisme.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Setiap langkah dalam tradisi Cio Tao penuh dengan simbolisme. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Usai melakukan prosesi kedua mempelai lalu sembahyang bersama. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Usai melakukan prosesi kedua mempelai lalu sembahyang bersama. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengantin melakukan prosesi upacara Cio Tao di Tangerang, Banten, Minggu (7/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengantin melakukan prosesi upacara Cio Tao di Tangerang, Banten, Minggu (7/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ketika upacara berakhir, mereka pun dianggap telah masuk fase mandiri untuk membangun rumah tangga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ketika upacara berakhir, mereka pun dianggap telah masuk fase mandiri untuk membangun rumah tangga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengantin wanita bersiap untuk melakukan prosesi upacara Cio Tao. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Cio Tao, singkatan dari 'Cinta Tao,' upacara pernikahan khas peranakan Tionghoa Betawi atau Cina Benteng. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Terompet dibunyikan untuk mengiringi prosesi pernikahan Cio Tao. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Adat ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi sebuah ungkapan filosofi menghargai leluhur, orang tua, keluarga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Bagian pertama tradisi Cio Tao yang berasal dari Manchu ini diawali dengan sebuah doa penghormatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Usai sembahyang engantin kemudian akan memakan 12 mangkuk makanan yang diawali oleh pengantin pria. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Lalu pengantin wanita sebagai simbol bahwa seorang istri sebaiknya menanti sang suami pulang sebelum makan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ada 12 mangkuk makanan rasa berbeda, sebagai simbol 12 bulan dalam setahun dan aneka rasa dalam kehidupan.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Setiap langkah dalam tradisi Cio Tao penuh dengan simbolisme.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Usai melakukan prosesi kedua mempelai lalu sembahyang bersama. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengantin melakukan prosesi upacara Cio Tao di Tangerang, Banten, Minggu (7/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ketika upacara berakhir, mereka pun dianggap telah masuk fase mandiri untuk membangun rumah tangga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pernikahan tidak hanya sekadar ikatan dua hati melainkan juga sebuah perayaan akan kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di antara ragam adat pernikahan, ada satu tradisi unik yang mencerminkan keragaman dan akulturasi budaya Tionghoa-Betawi yaitu adat Cio Tao.

Cio Tao, singkatan dari 'Cinta Tao,' adalah upacara pernikahan khas peranakan Tionghoa Betawi atau lebih dikenal sebagai Cina Benteng. Adat ini tidak sekadar ritual, tetapi sebuah ungkapan filosofi yang luar biasa, menekankan pentingnya menghargai leluhur, orangtua, keluarga dan sesama.

Salah satu aspek menarik dari Cio Tao adalah fokusnya pada memelihara warisan keluarga. Pengantin tidak hanya mengikat janji satu sama lain, tetapi juga berkomitmen untuk merawat dan mewarisi nilai-nilai keluarga yang telah ada selama berabad-abad. Inilah yang membuat Cio Tao menjadi bukti nyata tentang kekuatan dan keindahan tradisi keluarga.

Saat ini, pernikahan dengan tradisi Cio Tao jarang terjadi. Kehadiran pilihan pernikahan yang lebih sederhana dan praktis menjadi penyebab utama perubahan ini. Banyak pasangan memilih upacara pemberkatan di vihara dan melanjutkannya dengan resepsi yang lebih sederhana. Namun, meski jarang dilakukan, tradisi Cio Tao tetap bernilai tinggi.

Setiap langkah dalam tradisi Cio Tao penuh dengan simbolisme. Mulai dari doa yang dipanjatkan hingga penggunaan benda-benda simbolis, semuanya merujuk pada makna mendalam yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Pengantin dan keluarga tidak hanya merayakan pernikahan, tetapi juga merayakan warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebelumnya menetapkan Cio Tao sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2023 dari Kota Tangerang.

(dre/ezr)