Logo Bloomberg Technoz

Melihat Petugas Sensus Ekonomi Blusukan ke Pasar Tradisional

Andrean Kristianto
26 June 2026 18:26

Petugas sensus melakukan pendataan saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Pasar Ciputat, Tangsel, Jumat (26/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Petugas sensus melakukan pendataan saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Pasar Ciputat, Tangsel, Jumat (26/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Badan Pusat Statistik (BPS) mensurvei lebih dari 30 juta pelaku usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Badan Pusat Statistik (BPS) mensurvei lebih dari 30 juta pelaku usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dalam pelaksanaannya, BPS merekrut petugas dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, masyarakat umum, hingga pegawai organik BPS di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, BPS merekrut petugas dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, masyarakat umum, hingga pegawai organik BPS di Indonesia.

Melalui sensus ini, BPS akan mengumpulkan data karakteristik perusahaan, profil usaha, perkembangan bisnis, omzet, hingga margin usaha.

Melalui sensus ini, BPS akan mengumpulkan data karakteristik perusahaan, profil usaha, perkembangan bisnis, omzet, hingga margin usaha.

Selain itu, akan ditanyakan pula aspek penggunaan ekonomi hijau dalam aktivitas bisnis. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain itu, akan ditanyakan pula aspek penggunaan ekonomi hijau dalam aktivitas bisnis. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tahun ini, BPS menyiapkan anggaran Rp1,3 triliun untuk pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali tersebut.

Tahun ini, BPS menyiapkan anggaran Rp1,3 triliun untuk pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali tersebut.

Tahun 2026 menjadi pelaksanaan Sensus Ekonomi untuk memotret kondisi terbaru dunia usaha di Indonesia untuk ke-5 kalinya (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Tahun 2026 menjadi pelaksanaan Sensus Ekonomi untuk memotret kondisi terbaru dunia usaha di Indonesia untuk ke-5 kalinya (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Sebelumnya Sensus Ekonomi telah dilakukan pada tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sebelumnya Sensus Ekonomi telah dilakukan pada tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas sensus melakukan pendataan saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Pasar Ciputat, Tangsel, Jumat (26/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Badan Pusat Statistik (BPS) mensurvei lebih dari 30 juta pelaku usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Dalam pelaksanaannya, BPS merekrut petugas dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, masyarakat umum, hingga pegawai organik BPS di Indonesia.
Melalui sensus ini, BPS akan mengumpulkan data karakteristik perusahaan, profil usaha, perkembangan bisnis, omzet, hingga margin usaha.
Selain itu, akan ditanyakan pula aspek penggunaan ekonomi hijau dalam aktivitas bisnis. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tahun ini, BPS menyiapkan anggaran Rp1,3 triliun untuk pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali tersebut.
Tahun 2026 menjadi pelaksanaan Sensus Ekonomi untuk memotret kondisi terbaru dunia usaha di Indonesia untuk ke-5 kalinya (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Sebelumnya Sensus Ekonomi telah dilakukan pada tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mensurvei lebih dari 30 juta pelaku usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada Mei hingga Juli 2026. Tahun ini, BPS menyiapkan anggaran Rp1,3 triliun untuk pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali tersebut. 

Sekretaris Utama BPS Zulkipli menuturkan sensus ekonomi yang diadakan ke-5 ini akan mengadopsi pendekatan baru demi memotret transformasi dan struktur ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19, seperti perkembangan ekonomi digital yang banyak belum terekam data statistik. 

Zulkipli menyampaikan basis data statistical business register BPS saat ini mencatat jumlah badan usaha di Indonesia telah melampaui angka 30 juta, mulai dari skala mikro hingga makro. Untuk mensurvei seluruh entitas tersebut, BPS menyadari perlunya evaluasi dari empat Sensus Ekonomi terdahulu. 

Dia juga menyoroti saat ini terdapat pergeseran struktur dan perilaku ekonomi yang menjadi tantangan utama. Dia mencontohkan anomali fenomena ihwal banyaknya pusat perbelanjaan dan ruko yang kosong, tetapi di saat bersamaan mobilitas masyarakat dan perputaran arus ekonomi tetap terakselerasi tinggi. 

Menurutnya, perkembangan tersebut tidak lepas dari pesatnya industri digital sehingga BPS akan memperluas metode pendataan. Sensus tidak hanya menyasar unit usaha yang wujudnya secara fisik sudah mapan (established).

Melalui sensus ini, BPS akan mengumpulkan data karakteristik perusahaan, profil usaha, perkembangan bisnis, omzet, hingga margin usaha. Selain itu, akan ditanyakan pula aspek penggunaan ekonomi hijau dalam aktivitas bisnis.

(dre)