Melihat Petugas Sensus Ekonomi Blusukan ke Pasar Tradisional
Andrean Kristianto
26 June 2026 18:26
Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mensurvei lebih dari 30 juta pelaku usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada Mei hingga Juli 2026. Tahun ini, BPS menyiapkan anggaran Rp1,3 triliun untuk pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali tersebut.
Sekretaris Utama BPS Zulkipli menuturkan sensus ekonomi yang diadakan ke-5 ini akan mengadopsi pendekatan baru demi memotret transformasi dan struktur ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19, seperti perkembangan ekonomi digital yang banyak belum terekam data statistik.
Baca Juga
Zulkipli menyampaikan basis data statistical business register BPS saat ini mencatat jumlah badan usaha di Indonesia telah melampaui angka 30 juta, mulai dari skala mikro hingga makro. Untuk mensurvei seluruh entitas tersebut, BPS menyadari perlunya evaluasi dari empat Sensus Ekonomi terdahulu.
Dia juga menyoroti saat ini terdapat pergeseran struktur dan perilaku ekonomi yang menjadi tantangan utama. Dia mencontohkan anomali fenomena ihwal banyaknya pusat perbelanjaan dan ruko yang kosong, tetapi di saat bersamaan mobilitas masyarakat dan perputaran arus ekonomi tetap terakselerasi tinggi.
Menurutnya, perkembangan tersebut tidak lepas dari pesatnya industri digital sehingga BPS akan memperluas metode pendataan. Sensus tidak hanya menyasar unit usaha yang wujudnya secara fisik sudah mapan (established).
Melalui sensus ini, BPS akan mengumpulkan data karakteristik perusahaan, profil usaha, perkembangan bisnis, omzet, hingga margin usaha. Selain itu, akan ditanyakan pula aspek penggunaan ekonomi hijau dalam aktivitas bisnis.
(dre)























