Logo Bloomberg Technoz

Tumpukan 'Bangkai' Gerbong KRL Commuter Line Depo Depok

Andrean Kristianto
26 January 2026 13:23

Pekerja di dekat gerbong KRL Commuter Line yang tidak beroperasi di Depo KRL Depok, Senin (26/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja di dekat gerbong KRL Commuter Line yang tidak beroperasi di Depo KRL Depok, Senin (26/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tumpukan gerbong KRL Commuter Line terlihat di salah satu sudut Depo KRL Depok, Jawa Barat.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tumpukan gerbong KRL Commuter Line terlihat di salah satu sudut Depo KRL Depok, Jawa Barat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kondisi ini menarik perhatian warga yang melintasi jembatan Terusan Dipo. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kondisi ini menarik perhatian warga yang melintasi jembatan Terusan Dipo. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kondisi fisik gerbong terlihat rusak dengan kaca kabin masinis yang pecah serta coretan piloks bertuliskan nomor kode. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Kondisi fisik gerbong terlihat rusak dengan kaca kabin masinis yang pecah serta coretan piloks bertuliskan nomor kode. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Terlihat gerbong-gerbong tampak seperti ‘Bangkai’ yang tergeletak di atas tanah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Terlihat gerbong-gerbong tampak seperti ‘Bangkai’ yang tergeletak di atas tanah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Susunannya berjejer dalam beberapa baris dan sebagian ditumpuk hingga dua tingkat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Susunannya berjejer dalam beberapa baris dan sebagian ditumpuk hingga dua tingkat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ratusan gerbong tersebut tidak lagi memenuhi kualifikasi operasional. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ratusan gerbong tersebut tidak lagi memenuhi kualifikasi operasional. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sejumlah komponen kereta tampak disusun rapi disamping gerbong. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sejumlah komponen kereta tampak disusun rapi disamping gerbong. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pintu-pintu gerbong dibiarkan terbuka tanpa pengamanan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pintu-pintu gerbong dibiarkan terbuka tanpa pengamanan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kerusakan berat dan masa konservasi atau afkir menjadi alasan utama penghentian penggunaannya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kerusakan berat dan masa konservasi atau afkir menjadi alasan utama penghentian penggunaannya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja di dekat gerbong KRL Commuter Line yang tidak beroperasi di Depo KRL Depok, Senin (26/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tumpukan gerbong KRL Commuter Line terlihat di salah satu sudut Depo KRL Depok, Jawa Barat.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kondisi ini menarik perhatian warga yang melintasi jembatan Terusan Dipo. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kondisi fisik gerbong terlihat rusak dengan kaca kabin masinis yang pecah serta coretan piloks bertuliskan nomor kode. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Terlihat gerbong-gerbong tampak seperti ‘Bangkai’ yang tergeletak di atas tanah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Susunannya berjejer dalam beberapa baris dan sebagian ditumpuk hingga dua tingkat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ratusan gerbong tersebut tidak lagi memenuhi kualifikasi operasional. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah komponen kereta tampak disusun rapi disamping gerbong. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pintu-pintu gerbong dibiarkan terbuka tanpa pengamanan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kerusakan berat dan masa konservasi atau afkir menjadi alasan utama penghentian penggunaannya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tumpukan gerbong KRL Commuter Line terlihat di salah satu sudut Depo KRL Depok, Jawa Barat. Gerbong-gerbong tersebut sudah tidak beroperasi karena kondisinya tidak lagi layak digunakan.

Pantauan Bloomberg Technoz di lokasi pada Senin (26/1), terlihat gerbong-gerbong tampak seperti ‘Bangkai’ yang tergeletak di atas tanah. Susunannya berjejer dalam beberapa baris dan sebagian ditumpuk hingga dua tingkat sehingga menarik perhatian warga dari atas Jembatan Terusan Depok.

Kondisi fisik gerbong terlihat rusak dengan kaca kabin masinis yang pecah serta coretan piloks bertuliskan nomor. Pintu-pintu gerbong dibiarkan terbuka tanpa pengamanan.

Ratusan gerbong tersebut tidak lagi memenuhi kualifikasi operasional. Kerusakan berat dan masa konservasi atau afkir menjadi alasan utama penghentian penggunaannya.

(dre/ain)