Logo Bloomberg Technoz

Kasus Super Flu Meningkat, Warga Ramai Vaksin Influenza

Andrean Kristianto
06 January 2026 18:58

Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Dermaga Raya, Jakarta, Selasa (6/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Dermaga Raya, Jakarta, Selasa (6/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Munculnya kasus super flu di Indonesia membuat masyarakat semakin waspada. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Munculnya kasus super flu di Indonesia membuat masyarakat semakin waspada. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Banyak warga yang mendatangi klinik untuk melakukan vaksinasi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Banyak warga yang mendatangi klinik untuk melakukan vaksinasi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Mereka mencari vaksinasi influenza sebagai pencegahan terhadap kasus super flu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Mereka mencari vaksinasi influenza sebagai pencegahan terhadap kasus super flu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Vaksinasi influenza di Klinik Dermaga Raya mengalami peningkatan hingga dua kali lipat.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Vaksinasi influenza di Klinik Dermaga Raya mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Peningkatan permintaan vaksinasi influenza terjadi sejak awal Januari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Peningkatan permintaan vaksinasi influenza terjadi sejak awal Januari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Fenomena ini berkaitan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai subclade K. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Fenomena ini berkaitan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai subclade K. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Dermaga Raya, Jakarta, Selasa (6/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Munculnya kasus super flu di Indonesia membuat masyarakat semakin waspada. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Banyak warga yang mendatangi klinik untuk melakukan vaksinasi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mereka mencari vaksinasi influenza sebagai pencegahan terhadap kasus super flu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Vaksinasi influenza di Klinik Dermaga Raya mengalami peningkatan hingga dua kali lipat.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Peningkatan permintaan vaksinasi influenza terjadi sejak awal Januari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Fenomena ini berkaitan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai subclade K. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penyakit influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal dengan sebutan super flu, telah masuk ke Indonesia.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, mengungkapkan bahwa puluhan kasus telah tercatat dan tersebar di delapan provinsi di Indonesia.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya dalam siaran pers.

Munculnya kasus super flu di Indonesia membuat masyarakat semakin waspada. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah masyarakat yang melakukan vaksinasi influenza di sejumlah klinik.

“Sejak awal Januari terjadi peningkatan dua kali lipat, biasanya paling satu orang kadang ga ada. Tapi sekarang setiap harinya ada, kadang lima, kemarin sempat 10-20 orang yang hari sabtu, yang hari minggu lumayan dua 25 sampe 30,”ungkap Mirwan Deswendi, Apoteker di Klinik Dermaga Raya, Jakarta Timur saat ditemui Bloomberg Technoz, Selasa (6/1)

Istilah super flu sebenarnya bukan istilah medis resmi, melainkan sebutan populer untuk menggambarkan lonjakan kasus influenza yang cukup tinggi, dengan gejala yang terasa lebih berat dan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan flu biasa.

Fenomena ini berkaitan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai subclade K. Varian tersebut merupakan hasil mutasi dari virus influenza musiman yang telah lama ada, namun kini menjadi lebih dominan dalam penyebaran di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan sejumlah negara di Eropa.

Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi bahwa super flu terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025.

(dre)