Logo Bloomberg Technoz

Potret Budidaya Ikan Mas Koki Beromzet Ratusan Juta

Andrean Kristianto
13 October 2025 19:28

Pekerja mengambil ikan mas koki yang dibudidayakan di CCB Goldfish Farm, Tangerang Selatan, Senin (13/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja mengambil ikan mas koki yang dibudidayakan di CCB Goldfish Farm, Tangerang Selatan, Senin (13/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Budidaya ikan merupakan salah satu usaha yang berpotensi menghasilkan keuntungan, termasuk budidaya ikan mas koki. (Bloomberg Techoz/Andre)

Budidaya ikan merupakan salah satu usaha yang berpotensi menghasilkan keuntungan, termasuk budidaya ikan mas koki. (Bloomberg Techoz/Andre)

Ikan hias ini diminati tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga oleh pasar internasional seperti kawasan ASEAN dan Eropa. (Bloomberg Technoz/Andre)

Ikan hias ini diminati tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga oleh pasar internasional seperti kawasan ASEAN dan Eropa. (Bloomberg Technoz/Andre)

Dalam sebulan omzet dari budidaya ikan mas koki di CCB Goldfish Farm bisa mencapai ratusan juga (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dalam sebulan omzet dari budidaya ikan mas koki di CCB Goldfish Farm bisa mencapai ratusan juga (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ikan mas koki yang dijual dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ikan mas koki yang dijual dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ikan koki yang dibudidaya ditempat ini berjenis Oranda, Ranchu, Ryukin, Demekin. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ikan koki yang dibudidaya ditempat ini berjenis Oranda, Ranchu, Ryukin, Demekin. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Para pembeli dari luar negeri lebih banyak merupakan pedagang yang menjual kembali ikan tersebut di negaranya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Para pembeli dari luar negeri lebih banyak merupakan pedagang yang menjual kembali ikan tersebut di negaranya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja mengambil ikan mas koki yang dibudidayakan di CCB Goldfish Farm, Tangerang Selatan, Senin (13/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Budidaya ikan merupakan salah satu usaha yang berpotensi menghasilkan keuntungan, termasuk budidaya ikan mas koki. (Bloomberg Techoz/Andre)
Ikan hias ini diminati tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga oleh pasar internasional seperti kawasan ASEAN dan Eropa. (Bloomberg Technoz/Andre)
Dalam sebulan omzet dari budidaya ikan mas koki di CCB Goldfish Farm bisa mencapai ratusan juga (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ikan mas koki yang dijual dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ikan koki yang dibudidaya ditempat ini berjenis Oranda, Ranchu, Ryukin, Demekin. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Para pembeli dari luar negeri lebih banyak merupakan pedagang yang menjual kembali ikan tersebut di negaranya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Budidaya ikan merupakan salah satu usaha yang berpotensi menghasilkan keuntungan, termasuk budidaya ikan mas koki. Ikan hias ini diminati tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga oleh pasar internasional seperti kawasan ASEAN dan Eropa.

CCB Goldfish Farm salah satu tempat budidaya mas koki yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Dalam satu bulan, tempat ini mampu mengekspor ikan ke berbagai negara.

“Ekspor paling jauh ke Peru, Rusia, Australia, ASEAN hampir semua kita ngekspor kecuali Brunei,” ujar Renza Lohardjo, pemilik CCB Goldfish Farm, saat berbincang dengan Bloomberg Technoz, Senin (13/10).

Renza menyampaikan bahwa omzet bulanan usahanya berkisar antara Rp100 juta hingga Rp300 juta. Namun, ia mengakui terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yanh disebabkan oleh merosotnya harga Kripto. 

“Kemarin Kripto hancur, itu pengaruh karena semua pemain koki itu bisnis hobi, kebanyakan mereka menang dari Kripto beli ikan mahal,” ungkap Renza.

Selain Kripto, faktor cuaca yang tidak menentu juga turut memengaruhi jalannya usaha. Renza baru-baru ini mengalami kerugian besar akibat kondisi tersebut.

“Paling gede itu kemarin pas pancaroba 230 ekor mati kalau dalam rupiah Rp500 juta itu modal, itu di bulan 3 atau 4 gitu tahun ini,” terangnya.

Dalam hal pemasaran, Renza mengandalkan media sosial untuk menjangkau pelanggan. Ia menyebut usahanya berkembang pesat saat masa pandemi.

“Pas mulai kencengnya itu pas Covid-19, tahun 2000 bulan Januari itu omzetnya kenceng banget karena waktu Covid kan semua orang di rumah,” ujar Renza.

Meski demikian, ia menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku UMKM perikanan hias, terutama terkait lahan dan infrastruktur. Renza berharap pemerintah dapat hadir secara konkret dalam memberikan dukungan.

(dre)